Berita Terkini

Ratusan Warga Tondo Geruduk Untad, Desak Penertiban Tawuran Antar-Fakultas

×

Ratusan Warga Tondo Geruduk Untad, Desak Penertiban Tawuran Antar-Fakultas

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok potretcelebes.com

POTRETCELEBES, Palu — Ratusan warga dari Kelurahan Tondo, Kota Palu, menggelar aksi damai di depan gerbang utama Universitas Tadulako (Untad) pada Senin (1/12/2025). Aksi tersebut dipicu oleh maraknya tawuran antar fakultas dalam beberapa pekan terakhir, yang dinilai telah meresahkan dan merugikan masyarakat sekitar.

Salah satu kampus terbesar di Sulawesi Tengah itu terletak di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Aksi dimulai di depan gerbang kampus dan berlanjut dengan orasi mengelilingi sejumlah fakultas di lingkungan Untad. Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kelurahan Tondo menyuarakan tuntutan agar pihak kampus serta aparat penegak hukum mengambil langkah tegas.

Korlap aksi, Taufik Djamisi, dalam rilis resminya menjelaskan bahwa rentetan tawuran mahasiswa telah menimbulkan dampak serius, mulai dari cedera fisik, trauma psikologis, kerusakan fasilitas kampus, hingga terganggunya keharmonisan sosial di tengah masyarakat Tondo.

Menurutnya, beberapa mahasiswa terlibat tawuran untuk menunjukkan eksistensi diri atau fanatisme kelompok, yang diperburuk oleh kemungkinan keterlibatan minuman keras atau narkoba. Dalam insiden terakhir, pelemparan batu secara membabi buta disebut mengenai pekerja kampus, aparat kepolisian, serta masyarakat sekitar. Beberapa warga Tondo bahkan dikabarkan menjadi korban pengeroyokan.

Taufik menilai, rentetan kekerasan tersebut terjadi akibat lemahnya sistem pengawasan dan pembinaan di lingkungan Untad. Ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai mengorbankan masyarakat Tondo, di antaranya:

  1. Sebagian mahasiswa dianggap tidak lagi menunjukkan etika sebagai agen perubahan, tetapi justru bersikap layaknya preman kampus.
  2. Dugaan bahwa sebagian oknum birokrasi kampus terkesan membiarkan tawuran tanpa sanksi tegas.
  3. Sikap birokrasi yang dinilai arogan dan merugikan masyarakat sekitar dalam sejumlah kebijakan.

“Kami tidak bermaksud mengintervensi otoritas kampus. Aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial agar konflik tidak meluas dan mengganggu aktivitas di dalam kampus yang kita cintai,” ujar Taufik.

Melalui pernyataan sikapnya, Aliansi Masyarakat Kelurahan Tondo mengajukan tiga tuntutan utama:

  1. Rektor Untad diminta memberikan sanksi pemecatan kepada mahasiswa yang terlibat pengeroyokan pekerja di lingkungan kampus sesuai aturan yang berlaku.
  2. Kapolres Palu diminta menindak tegas pelaku tawuran yang merusak fasilitas kampus, termasuk memproses hukum mereka dengan sanksi pidana.
  3. Pihak kampus diminta memanggil orang tua mahasiswa yang terlibat tawuran untuk diberikan pembinaan lebih lanjut.

Aliansi menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan siap menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan masyarakat tidak diindahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *