Berita Terkini

Local Youth Forum 2025, Anak Muda Palu Bicara Kota Hijau dan Berkelanjutan

×

Local Youth Forum 2025, Anak Muda Palu Bicara Kota Hijau dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok potretcelebes.com/Sukri

POTRETCELEBES, Palu – Puluhan pemuda di Kota Palu mengikuti kegiatan Local Youth Forum (LYF) 2025 yang digagas oleh Demi Bumi Palu sebagai wadah interaksi dan kolaborasi dalam mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pada pilar lingkungan di Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang mengusung tema “Menghidupkan Kota Berkelanjutan” tersebut dirangkaikan dengan talk show dan berlangsung di Hannah Homestay, Jalan Batavia, Kota Palu, pada Minggu (21/12/2025).

Local Youth Forum 2025 merupakan wujud komitmen Demi Bumi Palu sebagai organisasi kepemudaan dalam menyukseskan agenda SDGs pilar lingkungan di Kota Palu. Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan Bappeda Kota Palu, Purna Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP) Provinsi Sulawesi Tengah, serta Community Architect.

Humas Demi Bumi Palu, Rezky, mengatakan kegiatan ini merupakan penyelenggaraan ketiga sejak pertama kali dilaksanakan pada 2023. Menurutnya, forum ini menjadi ruang bagi anak muda untuk menuangkan gagasan terkait masa depan Kota Palu yang berkelanjutan.

“Tema kali ini mengangkat bagaimana menghidupkan kota yang berkelanjutan. Kami mencoba menggagas ide-ide dari teman-teman pemuda, komunitas, dan lembaga untuk melihat seperti apa gambaran kota berkelanjutan di masa depan, apalagi nantinya generasi muda yang akan memegang tanggung jawab menggerakkan kota ini,” ujar Rezky.

Ia menambahkan, perspektif lintas latar belakang menjadi kekuatan utama forum tersebut.

“Kami ingin melihat kota berkelanjutan dari sudut pandang anak muda dengan berbagai latar belakang yang mereka miliki,” katanya.

Rezky menjelaskan, peserta kegiatan didominasi pemuda berusia 18 hingga 25 tahun. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin anak muda bisa berpartisipasi aktif mendukung pembangunan kota, baik melalui program pemerintah maupun inisiatif mandiri. Semua stakeholder masyarakat punya peran penting dalam membangun Kota Palu,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Bappeda Kota Palu, Slamet, menuturkan bahwa kondisi lingkungan di Kota Palu masih menghadapi berbagai tantangan meski sebelumnya pernah meraih penghargaan Adipura.

“Visi Kota Palu ke depan adalah menjadi global city yang tangguh, maju, dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Setiap pembangunan harus mengikuti izin lingkungan. Dalam lima tahun ke depan, salah satu fokusnya adalah gerakan Palu bebas sampah dan penguatan ekologi,” jelasnya.

Dari sisi arsitektur komunitas, Community Architect Ismi menilai perkembangan Kota Palu cukup pesat, terutama pascabencana. “Perkembangan Kota Palu terlihat cukup cepat dibandingkan wilayah lain. Banyak aspek yang bisa dikembangkan agar pertumbuhan ini tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan,” ungkapnya.

Adapun Purna Ketua IAP Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Wildani Pingkan S. Hamzens, menyampaikan bahwa Kota Palu mengalami perkembangan yang baik dari sisi ekonomi dan sosial, namun tantangan besar masih berada pada aspek ekologi.

“Kita tidak harus membayangkan kota dengan bangunan tinggi atau tata ruang yang ruwet. Yang terpenting adalah perencanaan yang baik di setiap petak lahan, rumah, maupun fasilitas publik,” ujarnya.

Ia berharap Kota Palu dapat menjadi kota untuk semua kalangan serta benar-benar diwujudkan sebagai kota hijau, bukan sekadar formalitas.

“Ini momentum yang tepat untuk berjuang bersama menjadikan Palu sebagai kota hijau dan kota yang tangguh atau resilient city,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *