Berita Terkini

Hangatnya Ramadan di Pelosok Donggala Bersama Cendekia Society.Id

×

Hangatnya Ramadan di Pelosok Donggala Bersama Cendekia Society.Id

Sebarkan artikel ini
Buka bersama Komunitas Pemuda Cendekia Society.Id dan Masyarakat Donggala. Foto: Society.Id

POTRETCELEBES, Donggala – Semangat kepedulian dan pengabdian anak muda kembali terlihat melalui kegiatan sosial keumatan yang digelar di pelosok Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Melalui agenda Buka Bersama Pelosok, komunitas pemuda Cendekia Society.Id mengambil peran sebagai Person In Charge (PIC) dari Yayasan Sahabat Kemanusiaan dalam menghadirkan kegiatan kebersamaan bagi masyarakat di Masjid Al-Muhajirin, Desa Pani’i, Kecamatan Dampelas, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Ramadhan tersebut diikuti sekitar 50 hingga 60 jamaah yang terdiri dari masyarakat setempat, tokoh agama, serta para santri yang belajar di TPA desa tersebut. Kehadiran para relawan dari Cendekia Society.Id disambut hangat oleh masyarakat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Sejak menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat mulai berkumpul di area masjid. Suasana kekeluargaan terlihat ketika warga desa, santri, dan para relawan duduk bersama menunggu waktu berbuka. Ketika adzan Maghrib berkumandang, kebersamaan itu terasa semakin hangat melalui buka puasa bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah.

Setelah itu, seluruh jamaah kembali berkumpul untuk makan malam bersama di lingkungan masjid, menciptakan suasana kebersamaan yang sederhana namun penuh makna. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah, yang sekaligus diisi dengan tausiah keislaman.

Founder Cendekia Society.Id, Opick Delian Alindra, dalam tausiahnya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kesadaran terhadap nilai-nilai kepedulian sosial.

Ia juga menekankan pentingnya memperdalam pemahaman tentang Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun kekuatan ekonomi umat. Menurutnya, ketika kesadaran masyarakat terhadap ZIS semakin kuat, maka berbagai persoalan sosial dapat dihadapi secara bersama.

“Ramadan bukan hanya tentang hubungan kita dengan Allah SWT, tetapi juga tentang bagaimana kita memperkuat hubungan dengan sesama manusia. Dari kepedulian sederhana, kita bisa membangun kekuatan umat,” ujarnya dalam tausiah Tarawih.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan generasi muda di wilayah pelosok, kegiatan tersebut juga ditutup dengan pembagian paket alat tulis kepada 20 orang santri pelajar yang aktif belajar di TPA setempat. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama.

Perwakilan pengurus Masjid Al-Muhajirin sekaligus tokoh agama setempat, Ustaz Mardan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh para pemuda dari Cendekia Society.Id bersama Sahabat Kemanusiaan.

Ia juga mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama komunitas tersebut hadir di Desa Pani’i. Sebelumnya, Cendekia Society.Id juga telah berkunjung dalam rangka distribusi wakaf Al-Qur’an dan Iqra untuk TPA yang ia bina.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak menjadi pertemuan terakhir. Kehadiran anak-anak muda yang peduli terhadap masyarakat desa sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Melalui kegiatan Buka Bersama Pelosok ini, Cendekia Society.Id menunjukkan bahwa peran pemuda tidak hanya sebatas gagasan, tetapi juga aksi nyata di tengah masyarakat. Dari pelosok desa, semangat kebersamaan, kepedulian, dan gerakan berbagi terus dihidupkan sebagai bagian dari upaya membangun umat yang lebih kuat dan saling peduli di bulan suci Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *