Berita TerkiniPendidikan & Teknologi

Wali Kota Hadianto Lantik 18 Kepsek di Palu, Tekankan Pendidikan Berkarakter

×

Wali Kota Hadianto Lantik 18 Kepsek di Palu, Tekankan Pendidikan Berkarakter

Sebarkan artikel ini
Foto Dok PotretCelebes.com/Sukri

POTRETCELEBES, Palu – Sebanyak 18 kepala sekolah (kepsek) jenjang SMP dan SD di lingkungan Pemerintah Kota Palu resmi dilantik, Jumat (1/5/2026). Pelantikan dilakukan langsung oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, di Auditorium Kantor Wali Kota Palu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Petalolo, Kepala Dinas Pendidikan Hardi, sejumlah pimpinan OPD, serta keluarga para kepala sekolah yang dilantik.

Dalam sambutannya, Wali Kota Hadianto Rasyid mengingatkan para kepala sekolah agar mampu menjiwai tugas dan tanggung jawab yang diemban.

Ia menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah merupakan capaian karier yang diidamkan para guru, sehingga harus dimanfaatkan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan pendidikan.

“Pencapaian menjadi kepala sekolah adalah dambaan para guru. Karena itu, jabatan ini harus mampu menularkan pemahaman dan nilai-nilai baik dalam sebuah entitas sekolah,” ujar Hadianto.

Wali kota menyatakan keyakinannya bahwa jika para kepala sekolah mampu menghayati tugasnya dengan baik, maka mereka akan mampu menjalankan peran secara optimal. Ia juga menekankan agar komitmen tersebut tidak hanya menjadi retorika, tetapi benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari.

Menurutnya Hadianto, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mencakup pembentukan karakter melalui praktik nyata di sekolah.

“Ruang pendidikan harus menghidupkan semua sisi, bukan hanya satu sisi saja,” katanya.

Ia juga berharap para kepala sekolah mampu merangkul seluruh siswa tanpa terkecuali, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Ke depan, ia ingin tidak ada lagi laporan terkait kekerasan di sekolah.

Terkait perlindungan guru, Hadianto menegaskan bahwa hal tersebut dimulai dari kemampuan guru dalam menjaga dan membina siswa dengan baik. Ia juga meminta para kepala sekolah untuk melindungi para guru di bawah kepemimpinannya.

“Guru harus mampu melindungi dirinya, dan kepala sekolah harus hadir melindungi para gurunya,” tutup Hadianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *