Berita Terkini

Sahran Raden Dorong Kader PMII Jadi Teladan dan Berintegritas

×

Sahran Raden Dorong Kader PMII Jadi Teladan dan Berintegritas

Sebarkan artikel ini
Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PMII Sulawesi Tengah, Dr. Sahran Raden. Foto Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PMII Sulawesi Tengah, Dr. Sahran Raden, menyebut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter, integritas, dan kepemimpinan generasi muda.

Baca Juga: Gus Shofi Lantik Pengurus Baru PKC PMII Sulteng Periode 2025–2027

Hal itu disampaikan Sahran dalam sambutannya usai pelantikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sulawesi Tengah periode 2025–2027 di Aula Hotel Zamrud Kota Palu, Sabtu (9/5/2026) malam.

“PMII itu adalah organisasi yang paling hebat,” ujar Sahran di hadapan kader dan alumni PMII yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Sahran yang juga menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Datokarama Palu menegaskan, mahasiswa yang bergabung di PMII harus menjadikan organisasi sebagai ruang belajar dan pengabdian bagi bangsa, bukan sekadar memperpanjang masa studi.

“Masuk PMII itu untuk belajar, bukan menjadi mahasiswa abadi,” katanya.

Ia menilai kader PMII harus mampu menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya dengan menjaga integritas dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

Baca Juga: Pasca-Muswil, IKA PMII Sulteng Fokus Perluas Cabang dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

“Masuk di PMII ini kita memberikan keteladanan bagi mahasiswa yang lain, menjadi kader yang berintegritas sambil kita juga selesai di PMII, selesai juga di studi,” ujarnya.

Menurut Sahran, pelantikan pengurus baru menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi di Sulawesi Tengah. Ia menyebut kader PMII ke depan akan mengisi berbagai ruang sosial di tengah masyarakat.

“Momentum ini adalah bagian dari melakukan konsolidasi organisasi. Kader-kader PMII nanti yang akan mengisi seluruh ruang sosial yang ada di masyarakat,” jelasnya.

Sahran yang juga Sekretaris IKA PMII Sulteng mengatakan alumni PMII saat ini telah berkiprah di berbagai bidang, mulai dari politik, usaha, hingga akademisi dan intelektual.

“Alumni kita ada beberapa segmen, ada politisi, ada pengusaha, dan para akademisi serta intelektual,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan struktur organisasi di tingkat cabang. Dari 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, kata dia, baru sembilan daerah yang telah terkonsolidasi.

“Mengonsolidasikan kepengurusan menjadi penting, karena dari 13 kabupaten kota baru sembilan yang terkonsolidasi,” katanya.

Selain itu, ia mendorong agar proses kaderisasi terus dilakukan secara masif, terlebih menjelang penerimaan mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi.

“Melaksanakan konsolidasi kaderisasi, pengkaderan harus selalu dilakukan secara masif, apalagi ini menjelang penerimaan mahasiswa baru,” ujarnya.

Sebagai dosen di UIN Datokarama Palu, Sahran mengaku memiliki tanggung jawab moral dalam mendukung proses kaderisasi mahasiswa melalui organisasi PMII.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *