Daerah

Mahasiswa Pascasarjana Hukum Untad Gelar Seminar Sinkronisasi Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis

×

Mahasiswa Pascasarjana Hukum Untad Gelar Seminar Sinkronisasi Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
Seminar Hukum Mahasiswa Pascasarjana Program Magister Ilmu Hukum. Foto: Panitia

POTRETCELEBES, Palu – Mahasiswa Pascasarjana Program Magister Ilmu Hukum Universitas Tadulako (Untad) menggelar Seminar Hukum bertajuk Sinkronisasi Program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis dalam Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional di ruang Video Conference (Ficon) Fakultas Hukum Untad, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: FH Untad Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Internasional Berbasis Artificial Intelligence

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Guru Besar Ilmu Kebijakan Publik FISIP Untad, Prof. Slamet Riadi, serta dosen Bidang Hukum dan Pembangunan yang juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Hukum Untad, Dr. Rahmat Bakri. Seminar diikuti mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum dan mahasiswa S1 Fakultas Hukum Untad.

Dekan Fakultas Hukum Untad, Dr. Awaluddin, mengapresiasi seminar tersebut yang merupakan bagian dari upaya memperkuat atmosfer akademik di lingkungan Fakultas Hukum, khususnya Program Magister Ilmu Hukum.

Menurutnya, seminar menjadi ruang diskusi ilmiah yang kritis dan konstruktif terhadap berbagai isu kebijakan publik yang berkembang, terutama terkait Program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis dalam perspektif hukum, pemerintahan, serta pembangunan nasional.

Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp18.000, Mahasiswa Pascasarjana Untad Soroti Dampaknya bagi Rakyat Kecil

Ia menilai setiap kebijakan publik perlu dikaji secara objektif dan ilmiah, tidak hanya dari sisi manfaat, tetapi juga mencakup aspek perencanaan, implementasi, keberlanjutan, serta implikasi hukumnya.

Karena itu, kata dia, seminar tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta sekaligus menghasilkan diskusi yang berbasis argumentasi akademik.

Awaluddin juga berharap kegiatan itu mampu meningkatkan wawasan dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, serta memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan kebijakan publik yang lebih baik.

“Selain itu, saya berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya diskusi ilmiah dan tradisi akademik di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Tadulako sehingga kampus terus menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan yang konstruktif bagi masyarakat dan negara,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar, Nur Natalia, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen mahasiswa Pascasarjana Fakultas Hukum Untad dalam mengembangkan budaya akademik yang kritis, objektif, dan solutif.

Ia berharap forum seminar tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kebijakan publik dan pembangunan nasional.

“Seminar ini merupakan wujud komitmen mahasiswa Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Tadulako dalam mengembangkan budaya akademik yang kritis, objektif, dan solutif. Kami berharap forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan kebijakan publik dan pembangunan nasional,” ujar Nur Natalia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *