Berita Terkini

Basarnas Palu Gembleng 50 Relawan di Hutan Sigi untuk Misi Penyelamatan

×

Basarnas Palu Gembleng 50 Relawan di Hutan Sigi untuk Misi Penyelamatan

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal. Foto: Dok potretcelebes.com/Sukri

POTRETCELEBES, Sigi – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Teknis Pertolongan Gunung Hutan (Jungle Rescue) pada Senin (5/5/2025) yang bertempat di Taman Hutan Raya, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini akan berlangsung selama tujuh hari, hingga 11 Mei 2025.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menjelaskan bahwa pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan para relawan dari berbagai organisasi dan lembaga kepemudaan yang menjadi potensi Basarnas di wilayah Sulawesi Tengah.

“Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai organisasi termasuk Saka SAR dan generasi muda yang selama ini banyak membantu Basarnas dalam pelaksanaan tugas-tugas pencarian dan pertolongan,” ujar Rizal kepada media usai membuka kegiatan Jungle Rescue.

Setelah mengikuti pelatihan teknis, para peserta akan diuji dan yang dinyatakan lulus akan melanjutkan ke tahap uji kompetensi. Rizal menegaskan bahwa seluruh peserta diharapkan lulus agar target pelatihan tahun ini dapat tercapai.

“Target kami adalah meluluskan seluruh peserta. Jika ada yang tidak lulus, maka target 50 peserta ini tidak akan tercapai. Tahun ini, karena efisiensi anggaran, hanya satu kegiatan pelatihan yang bisa dilaksanakan, dan kami fokuskan pada pertolongan gunung hutan,” lanjutnya.

Rizal juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas potensi SAR di Sulawesi Tengah, mengingat kondisi geografis provinsi yang memiliki beragam tantangan, mulai dari pegunungan hingga perairan.

“Wilayah kita tidak hanya terdiri dari hutan dan pegunungan, tetapi juga memiliki perairan luas seperti Selat Makassar di barat, Teluk Tomini di timur, dan Laut Sulawesi di utara. Karenanya, para potensi juga perlu dibekali kemampuan pertolongan di permukaan air serta penanganan bencana lainnya seperti di tambang atau kawasan rawan bencana,” tutupnya.

Pelatihan ini menjadi yang pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Sigi, dan dipilih karena daerah tersebut memiliki kawasan hutan yang dinilai cocok sebagai lokasi pelatihan.

Rizal berharap ke depan dapat menyelenggarakan lebih banyak pelatihan serupa di wilayah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *