Daerah

Istighosah Harlah PMII Banggai, Seruan Perkuat Peran Sosial dan Moderasi Beragama

×

Istighosah Harlah PMII Banggai, Seruan Perkuat Peran Sosial dan Moderasi Beragama

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Banggai – Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kabupaten Banggai dimaknai tidak sekadar seremoni, tetapi sebagai ajang refleksi untuk memperkuat peran kader dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan istighosah dan refleksi yang digelar Pengurus PMII Kabupaten Banggai dengan mengusung tema “Aksi Nyata untuk Indonesia” di Sekretariat PMII setempat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Pembina PMII Kabupaten Banggai, Ustaz Drs. H. Suardi Kandjai. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya peran PMII sebagai organisasi yang mampu memberikan kontribusi nyata, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Suardi Kandjai juga menekankan pentingnya moderasi beragama (wasathiyah) sebagai fondasi gerakan kader. Ia mengingatkan agar kader PMII mampu menjaga keseimbangan antara keimanan, keilmuan, dan pengabdian sosial.

“Kader PMII harus menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan umat beragama, sekaligus menghadirkan dakwah yang sejuk, inklusif, dan membangun,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah sahabat senior dan alumni PMII, di antaranya Sekretaris IKA PMII Kabupaten Banggai, Idhar Lajiham, Budysastra Bahrun, Erwin, serta Rudi, senior PMII asal Baubau yang kini menjabat sebagai Kepala Cabang BSI Kabupaten Banggai.

Dalam sesi refleksi, para alumni menyampaikan berbagai pesan strategis bagi kader PMII. Idhar Lajiham menekankan pentingnya menjaga idealisme organisasi dengan tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu, Budysastra Bahrun mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas intelektual dan kualitas kepemimpinan kader agar PMII tidak hanya kuat dalam gerakan, tetapi juga unggul dalam gagasan dan strategi.

Rudi menambahkan, kader PMII harus mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat. Menurutnya, kader tidak cukup hanya bersikap kritis, tetapi juga harus solutif, terutama dalam bidang ekonomi dan pemberdayaan umat.

Di sisi lain, Erwin menegaskan pentingnya menjaga tradisi intelektual sebagai ruh gerakan PMII. Ia mendorong kader untuk aktif membangun budaya literasi, diskusi, serta pengembangan kapasitas diri.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kemandirian organisasi, khususnya dalam aspek ekonomi, agar PMII dapat menjalankan program secara berkelanjutan tanpa ketergantungan pihak lain.

Kegiatan istighosah dan refleksi tersebut ditutup dengan doa bersama serta pemotongan tumpeng oleh Ketua Majelis Pembina PMII Kabupaten Banggai sebagai simbol rasa syukur, sekaligus harapan agar PMII semakin solid dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *