DaerahPendidikan & Teknologi

Mahasiswa Universitas Alkhairaat Gelar LCTF ke-20, Perkuat Pemahaman Fikih Generasi Muda

×

Mahasiswa Universitas Alkhairaat Gelar LCTF ke-20, Perkuat Pemahaman Fikih Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Himpunan Mahasiswa Akhwalus Syakhsiyah dan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Alkhairaat kembali menggelar Lomba Cepat Tepat Fikih (LCTF) ke-20 sebagai upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap hukum Islam dan sistem ekonomi berbasis syariah.

Penanggung jawab kegiatan, Tholib Mahbub, menjelaskan bahwa LCTF merupakan program tahunan yang telah menjadi wadah strategis dalam membentuk kader umat yang berkualitas, khususnya di kalangan pelajar MA, SMA, dan SMK sederajat.

Menurutnya, fikih sebagai salah satu disiplin ilmu dalam Islam memiliki peran penting dalam mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik hubungan dengan Tuhan maupun sesama manusia.

“Fikih tidak hanya membahas ibadah seperti zakat, puasa, sholat, dan haji, tetapi juga mencakup sistem muamalah hingga aspek ketatanegaraan yang bersifat universal,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang berlandaskan Pancasila, pemahaman terhadap fikih dan ekonomi syariah menjadi penting untuk ditanamkan sejak dini guna menciptakan generasi yang berintegritas dan berdaya saing.

LCTF, kata dia, tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan silaturahmi antar pelajar serta media untuk mengukur sejauh mana pemahaman generasi muda terhadap hukum Islam dan ekonomi syariah.

“Setiap tahunnya, jumlah peserta terus meningkat. Ini menunjukkan antusiasme pelajar dalam mendalami ilmu fikih semakin tinggi,” jelasnya.

Secara historis, kegiatan LCTF telah dirintis sejak 2005 dan mulai terealisasi pada 2006. Hingga kini, program tersebut terus berjalan dan menjadi salah satu agenda unggulan organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Agama Islam.

Selama hampir dua dekade, LCTF telah melahirkan berbagai pengalaman, diskusi, dan pertukaran gagasan yang memperkaya wawasan peserta serta mempererat hubungan antara peserta, pembina, dan panitia.

Pada pelaksanaan tahun ke-20 ini, panitia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk dalam aspek pendanaan, agar kegiatan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan nilai-nilai hukum Islam dan ekonomi syariah.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta memperkuat kemandirian dan kualitas generasi muda Islam,” tutup Tholib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *