DaerahLifestyle

Pendanaan Nasional Diraih Mahasiswa UWN Lewat Riset Gizi Kuliner Etnik Sulteng

×

Pendanaan Nasional Diraih Mahasiswa UWN Lewat Riset Gizi Kuliner Etnik Sulteng

Sebarkan artikel ini
Kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Widya Nusantara (UWN) Palu. Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Widya Nusantara (UWN) Palu berhasil meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI melalui proposal penelitian berjudul “Kuantifikasi Densitas Zat Gizi dan Karakterisasi Matriks Pangan Etnik Sulawesi Tengah sebagai Parameter Kualitas Biologis dalam Mitigasi Stunting”.

Tim peneliti tersebut diketuai oleh Fitri dari Program Studi S-1 Gizi, dengan anggota Syarifa Ruziqna Hanny dan Khairina Mazaya yang juga berasal dari Program Studi S-1 Gizi. Penelitian ini dibimbing oleh dosen pendamping Dr. Hepti Muliyati, S.Gz., M.Si.

Riset tersebut dilatarbelakangi masih tingginya angka stunting di Indonesia yang belum mencapai target nasional. Melalui pendekatan berbasis kearifan lokal, tim mahasiswa berupaya melakukan valuasi serta pembuktian ilmiah terhadap kandungan zat gizi berbagai kuliner etnik Sulawesi Tengah yang selama ini belum banyak terdokumentasi secara saintifik.

Penelitian mencakup pangan khas dari sejumlah daerah dan suku di Sulawesi Tengah, di antaranya Kota Palu, Kabupaten Sigi yang didominasi Suku Kaili dan Kulawi, Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso yang dihuni Suku Pamona dan Mori, serta Kabupaten Banggai yang dikenal dengan Suku Balantak dan Saluan.

Berbagai pangan lokal endemik menjadi objek penelitian, seperti ikan penja (duo), ikan sidat, sayur bavoa, sayur kelor, sayur lilin, hingga ubi Banggai. Pangan-pangan tersebut dinilai memiliki potensi sebagai sumber zat gizi makro berupa karbohidrat, protein, dan lemak, serta zat gizi mikro seperti zat besi dan zink yang berperan penting dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak masa kehamilan.

Proses penelitian dilakukan di Laboratorium Kulinari dan Laboratorium Analisis Zat Gizi Universitas Widya Nusantara Palu. Selain mengukur kandungan gizi secara konvensional, tim juga menerapkan simulasi pencernaan manusia secara in vitro menggunakan Protokol INFOGEST 2.0 untuk mengukur pelepasan zat besi dan zink yang dapat diserap tubuh.

Tak hanya itu, penelitian ini memanfaatkan teknologi pengolahan citra digital light box dengan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) guna menganalisis karakteristik tekstur matriks pangan yang menjadi salah satu indikator kualitas biologis bahan pangan.

Ketua tim, Fitri, mengatakan bahwa penelitian tersebut penting dilakukan karena masih terbatasnya referensi ilmiah yang mendokumentasikan nilai gizi kuliner etnik Sulawesi Tengah.

“Kami ingin kekayaan kuliner tradisional ini tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya dan sejarah, tetapi juga dapat divaluasi kualitas biologisnya secara kuantitatif sehingga menghasilkan data yang terstandarisasi,” ujarnya.

Sementara itu, dosen pendamping Dr. Hepti Muliyati menyampaikan apresiasi atas capaian tim mahasiswa yang berhasil memperoleh pendanaan nasional melalui program PKM-RE.

Menurutnya, penelitian tersebut memiliki manfaat yang sangat aplikatif karena dapat memperkaya basis data gizi nasional yang belum tercakup dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Selain itu, hasil penelitian diharapkan menjadi referensi ilmiah bagi pemerintah daerah dalam menyusun menu intervensi stunting berbasis pangan lokal.

Penelitian ini direncanakan berlangsung selama empat bulan dengan target luaran berupa laporan kemajuan, laporan akhir, artikel ilmiah, dan akun media sosial publikasi kegiatan. Selain itu, tim juga menyiapkan luaran tambahan berupa Atlas Digital Karakterisasi Matriks Pangan Etnik Sulawesi Tengah yang akan didaftarkan untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Keberhasilan meraih pendanaan PKM-RE menjadi bukti kemampuan mahasiswa Universitas Widya Nusantara Palu dalam menghadirkan riset berbasis sains yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berkontribusi langsung dalam upaya pemecahan persoalan kesehatan masyarakat, khususnya stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *