Berita Terkini

Lantik Pengurus IKA PMII Sulteng, Fathan Subchi Tekankan Kolaborasi Bangun Daerah

×

Lantik Pengurus IKA PMII Sulteng, Fathan Subchi Tekankan Kolaborasi Bangun Daerah

Sebarkan artikel ini
Foto Bersama Pengurus IKA PMII Sulteng dan Ketua IKA PB IKA PMII dan Gubernur Sulteng. Dok: potretcelebes.com/Sukri

POTRETCELEBES, Palu – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII), Fathan Subchi, menegaskan bahwa pelantikan Pengurus Wilayah (PW) IKA PMII Sulawesi Tengah periode 2026–2030 harus menjadi momentum memperkuat kontribusi alumni dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi dan kerja nyata.

Baca Juga: Fathan Subchi Ajak IKA PMII Sulteng Sinergi dengan Pemda Wujudkan Visi ‘Sembilan Berani’ Anwar Hafid

Hal itu disampaikan Fathan usai melantik jajaran pengurus PW IKA PMII Sulawesi Tengah di Hotel Grand Sya, Kota Palu, Sabtu (28/6/2026).

Menurut Fathan, organisasi alumni tidak hanya berperan sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan gagasan, kritik yang konstruktif, serta dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Prinsipnya, setiap kebijakan harus memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Kreativitas dan inovasi harus didukung selama tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia itu menilai pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya berfokus pada sektor pendidikan. Menurutnya, aspek kesehatan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat juga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan daerah yang maju dan berdaya saing.

Baca Juga: IKA PMII Sulteng Perjuangkan Reformulasi DBH, Nilai Daerah Penghasil Belum Diperlakukan Adil

Fathan turut mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah yang dinilai membuka ruang bagi berbagai inovasi dan terobosan pembangunan selama kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini membutuhkan transformasi dan kolaborasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kata kunci kita hari ini adalah transformasi dan kolaborasi. Saya yakin Pak Gubernur tidak bisa bekerja sendirian. Pemerintah hari ini juga tidak mungkin bekerja sendiri,” katanya.

Ia menjelaskan, kompleksitas persoalan bangsa dan tingginya dinamika sosial menjadikan kolaborasi sebagai kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, seluruh elemen, mulai dari organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, akademisi, dunia usaha, hingga legislatif, perlu bersinergi dalam mendukung pembangunan di Sulawesi Tengah.

“Kalau kita terus berkonflik, tidak ada gunanya. Tujuan pembangunan adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat dan mentransformasikan masyarakat agraris menjadi masyarakat yang maju,” ujarnya.

Menurut Fathan, proses transformasi tersebut membutuhkan stabilitas politik, kepastian hukum, serta tata kelola pemerintahan yang baik agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya peran alumni PMII dalam menjaga keseimbangan antara fungsi kontrol sosial dan semangat kolaborasi. Sikap kritis terhadap pemerintah, kata dia, tetap penting sebagai bagian dari tradisi intelektual PMII, namun harus diimbangi dengan kemampuan membangun sinergi dan memberikan solusi.

“Kalau masih menjadi kader PMII tentu idealismenya kuat dan harus tetap kritis terhadap pemerintah. Tetapi ketika sudah menjadi alumni, kita juga harus mampu bersinergi dan berkolaborasi,” katanya.

Fathan berharap pengurus PW IKA PMII Sulawesi Tengah yang baru dilantik dapat segera bekerja dan memperkuat kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia juga mengajak seluruh alumni untuk mendukung visi Sulawesi Tengah Nambaso, yang bertujuan mewujudkan daerah yang semakin maju melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Menurutnya, cita-cita tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, DPR, akademisi, tokoh agama, masyarakat sipil, dan dunia usaha.

“Selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Pelantikan ini bukan akhir, melainkan awal untuk bekerja bersama mewujudkan Sulawesi Tengah yang semakin maju, sejahtera, dan memiliki sumber daya manusia yang unggul,” tutup Fathan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *