Berita Terkini

Gempa M 5,1 Guncang Buol, Pasien RSUD Dievakuasi, Listrik Sempat Padam

×

Gempa M 5,1 Guncang Buol, Pasien RSUD Dievakuasi, Listrik Sempat Padam

Sebarkan artikel ini
Dampak Gempa Magnitudo 5,1 di Kabupaten Buol. Foto: BPBD Sulteng

POTRETCELEBES, Palu – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7/2026) malam. Meski tidak berpotensi tsunami, guncangan tersebut memicu kepanikan warga hingga sebagian memilih mengungsi ke wilayah dataran tinggi sebagai langkah antisipasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, gempa terjadi pada pukul 21.46 WITA. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada di laut, sekitar 37 kilometer timur laut Buol, dengan kedalaman 21 kilometer.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun, guncangan yang dirasakan masyarakat menyebabkan kepanikan di sejumlah wilayah.

Hingga laporan diterima BPBD pada pukul 22.00 WITA, data mengenai dampak kerusakan, jumlah korban maupun warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan.

Dalam video yang beredar terlihat pasien RSUD Mokoyurli Buol diungsikan keluar gedung, beberapa bangunan dan rumah rusak akibat gempa tersebut.

Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Buol bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah langsung melakukan asesmen di lapangan untuk memastikan kondisi terkini serta mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan akibat gempa.

Selain itu, BPBD juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat proses pendataan dan penanganan apabila ditemukan dampak lanjutan.

Dalam perkembangan awal, BPBD melaporkan sebagian masyarakat memilih mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sebagai bentuk antisipasi karena kepanikan setelah gempa terjadi. Di beberapa wilayah juga dilaporkan mengalami pemadaman listrik pascagempa.

BPBD mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah panik, serta selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG maupun BPBD serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *