Berita Terkini

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

×

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

Sebarkan artikel ini
Nanik S Deyang saat bertemu Presiden Prabowo. Foto: Dok Facebook Nanik Sudaryati Deyang

POTRETCELEBES, Jakarta – Nanik Sudaryati Deyang mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diambil karena alasan kesehatan, setelah ia memutuskan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Baca Juga: Unhas Jadi Kampus Negeri Pertama Miliki Dapur MBG di Indonesia

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Nanik menyampaikan bahwa dirinya telah berpamitan kepada Presiden sebelum berangkat menjalani pengobatan.

“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7), saya berangkat,” tulis Nanik.

Ia mengatakan telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden karena merasa tidak dapat lagi menjalankan tugas sebagai Kepala BGN secara optimal. Menurutnya, Presiden menyetujui pengunduran dirinya dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan yang dialaminya.

Meski demikian, Nanik mengungkapkan Presiden masih memintanya untuk tetap terlibat dalam pengawasan BGN. Ia menyebut terdapat kemungkinan akan dibentuk Dewan Pengawas BGN, dan dirinya diminta menjadi ketuanya.

Dalam pernyataannya, Nanik menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan Presiden, khususnya dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut telah mendampingi Presiden selama 14 tahun dan meyakini program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, bukan untuk kepentingan politik.

Menurut Nanik, tudingan bahwa Program MBG disiapkan untuk kepentingan Pemilu 2029 tidak berdasar. Ia menilai mayoritas penerima manfaat saat ini adalah balita hingga siswa sekolah dasar yang pada 2029 belum memiliki hak pilih.

Selain meningkatkan kualitas gizi, Nanik menilai Program MBG juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Ia mencontohkan, selama tiga pekan masa libur sekolah ketika program tidak berjalan, petani, peternak, dan pedagang mengalami penurunan permintaan sehingga harga hasil pertanian dan peternakan ikut merosot.

Sebelum mengundurkan diri, Nanik mengaku telah melakukan sejumlah langkah pembenahan di tubuh BGN. Salah satunya dengan melakukan pergantian lima pejabat eselon I yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kejaksaan.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memperkuat profesionalisme di lingkungan BGN melalui keterlibatan pejabat lintas kementerian dan lembaga.

Ia juga menyebut telah dibentuk 11 tim reformasi untuk melakukan pembenahan menyeluruh di BGN. Tim-tim tersebut antara lain bertugas melakukan refocusing sasaran penerima manfaat, mengevaluasi 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, mengembangkan pelaksanaan Program MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta meningkatkan efisiensi program.

Nanik mengatakan Presiden telah menyetujui agar prioritas Program MBG lebih difokuskan kepada kelompok 3B, yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil, serta siswa SD hingga SMP dan peserta didik di wilayah 3T.

Di akhir pernyataannya, Nanik berharap penggantinya dapat melanjutkan berbagai pembenahan yang telah dirintis. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung Program MBG demi peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *