Pendidikan & Teknologi

FH Untad Bekali Mahasiswa Magang dan Riset Berdampak Sebelum Terjun ke Instansi Mitra

×

FH Untad Bekali Mahasiswa Magang dan Riset Berdampak Sebelum Terjun ke Instansi Mitra

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Tim Media FH Untad

POTRETCELEBES, Palu — Fakultas Hukum Universitas Tadulako (FH Untad) membekali mahasiswa peserta Magang Mandiri dan Riset Berdampak sebelum terjun ke instansi mitra. Pembekalan tersebut digelar di Ruang Video Conference Fakultas Hukum Universitas Tadulako, Kamis (20/8/2026), mulai pukul 08.00 WITA.

Kegiatan diikuti 56 mahasiswa peserta Magang Mandiri dan delapan mahasiswa peserta Riset Berdampak bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Pembekalan menjadi tahap awal untuk memastikan mahasiswa memahami mekanisme administrasi, etika, aktivitas selama berada di lokasi, serta tanggung jawab selama mengikuti program.

Laporan panitia disampaikan Rahmat Hidayat. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa seluruh peserta telah dinyatakan lulus proses administrasi dan siap ditempatkan pada 15 instansi mitra.

“Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus administrasi diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, menjaga nama baik Fakultas Hukum Universitas Tadulako, serta menunjukkan sikap profesional selama berada di lokasi magang maupun riset,” demikian disampaikan dalam laporan kegiatan.

Kegiatan kemudian dibuka oleh Budi Artha Pradana, selaku Ketua Unit Pusat Mobilitas Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tadulako.

Dalam arahannya, Budi menekankan pentingnya tanggung jawab mahasiswa terhadap pilihan program dan lokasi magang yang telah ditentukan. Menurutnya, program magang tidak semata-mata menjadi pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung.

Mahasiswa didorong memanfaatkan program tersebut untuk membangun jejaring, memahami lingkungan kerja, serta mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan di bangku kuliah.

Setelah pembukaan, pembekalan dilanjutkan dengan sejumlah materi yang berkaitan dengan pelaksanaan Magang Mandiri dan Riset Berdampak.

Materi pertama mengenai Registrasi dan Pelaporan pada Aplikasi SIDAMPAK disampaikan Moh. Fikran dari Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Tadulako yang juga merupakan Pembina Event Organizer Duta Kampus Berdampak Universitas Tadulako.

Materi tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai mekanisme registrasi dan pelaporan kegiatan melalui aplikasi SIDAMPAK sebagai bagian dari tata kelola program Kampus Berdampak.

Selanjutnya, Dwiki Putra Perkasa, menyampaikan materi Etika dan Aktivitas pada Lokasi Riset dan Magang. Dalam sesi ini, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai sikap dan etika yang perlu diterapkan ketika berada di instansi mitra.

Mahasiswa juga diarahkan untuk mampu menempatkan diri sebagai bagian dari lingkungan kerja, menjaga profesionalitas, serta menaati ketentuan yang berlaku di masing-masing instansi tempat mereka melaksanakan kegiatan.

Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan lokasi magang dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) yang disampaikan Feir Chalifardi Na’A.

Pada sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan informasi mengenai penempatan masing-masing peserta di 15 instansi mitra sekaligus pengenalan DPL yang akan mendampingi mereka selama program berlangsung.

Kehadiran DPL dalam kegiatan pembekalan turut memperkuat koordinasi antara mahasiswa, fakultas, dan instansi mitra. DPL nantinya memiliki peran dalam memberikan pendampingan dan monitoring serta membantu memastikan pelaksanaan Magang Mandiri dan Riset Berdampak berjalan sesuai tujuan program dan ketentuan akademik.

Melalui kegiatan tersebut, FH Untad menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu menjalankan program secara bertanggung jawab dan profesional.

Magang Mandiri dan Riset Berdampak diharapkan tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga menjadi ruang untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia kerja serta persoalan nyata di masyarakat.

Dengan bekal administrasi, etika, pemahaman aktivitas, serta informasi mengenai lokasi penempatan dan pendampingan, mahasiswa peserta Magang Mandiri dan Riset Berdampak selanjutnya siap menjalankan program di instansi mitra masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *