Berita Terkini

Update SAR: Korban Perempuan Pesawat ATR Berhasil Ditemukan di Kedalaman 500 meter dari puncak Gunung

×

Update SAR: Korban Perempuan Pesawat ATR Berhasil Ditemukan di Kedalaman 500 meter dari puncak Gunung

Sebarkan artikel ini
Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Foto: Basarnas Makassar

POTRETCELEBES, Pangkep – Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban jiwa dalam operasi pencarian pesawat ATR yang jatuh di kawasan puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dengan temuan terbaru ini, total dua korban telah berhasil ditemukan.

Baca Juga: Terbaru: Tim SAR Temukan Satu Korban Pesawat ATR di Jurang 200 Meter

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan korban terbaru ditemukan pada Senin (19/1/2026). Sebelumnya, tim SAR telah menemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki pada Minggu (18/1/2026).

“Total hingga saat ini dua korban telah ditemukan. Korban pertama laki-laki ditemukan kemarin, dan hari ini satu korban perempuan kembali berhasil ditemukan,” ujar Mohammad Syafii dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Syafii menegaskan, proses identifikasi korban bukan merupakan kewenangan Basarnas dan akan dilakukan oleh instansi terkait sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Namun demikian, perlu kami tegaskan bahwa proses identifikasi korban bukan menjadi kewenangan Basarnas dan akan dilakukan oleh instansi yang berwenang,” tegasnya.

Ia menyebutkan, saat ini tim SAR gabungan masih memaksimalkan masa golden time pencarian dengan harapan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi, terutama dalam kondisi selamat.

Menurut Syafii, lokasi jatuhnya pesawat berada di medan yang sangat ekstrem. Korban diduga berada di area tebing curam dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung, sehingga membutuhkan kehati-hatian tinggi serta teknik evakuasi khusus.

“Tantangan terbesar yang dihadapi tim SAR gabungan adalah kondisi alam yang sangat ekstrem. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” jelasnya.

Basarnas, lanjut Syafii, memprioritaskan evakuasi melalui jalur udara. Namun hingga kini upaya tersebut belum dapat dilakukan karena jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut tebal di sekitar lokasi kejadian.

“Evakuasi melalui udara menjadi prioritas, tetapi hingga saat ini belum memungkinkan. Oleh karena itu, kami mengoptimalkan unsur darat yang secara bertahap melakukan pencarian dan upaya evakuasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses evakuasi dan pencarian korban lainnya masih terus berlangsung. Tim rescue darat yang telah mengenal medan setempat terus berupaya menembus jalur ekstrem untuk menjangkau titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban.

“Ini adalah misi kemanusiaan. Seluruh personel SAR gabungan bekerja dengan penuh dedikasi, kehati-hatian, dan semangat kebersamaan. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar operasi ini diberikan kelancaran dan keselamatan,” pungkas Syafii.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *