Berita Terkini

Jauh dari Habitat Hutan, Seekor Kuskus Beruang Sulawesi Ditemukan Warga di Pantai Ampana

×

Jauh dari Habitat Hutan, Seekor Kuskus Beruang Sulawesi Ditemukan Warga di Pantai Ampana

Sebarkan artikel ini
Satwa Endemik Sulawesi Kuskus Ditemukan Warga di Pantai Ampana. Foto: Dok Kepala BPPD Touna/Thomas Despin

POTRETCELEBES, Touna – Seekor kuskus beruang Sulawesi, satwa endemik yang dilindungi, ditemukan warga di kawasan Pantai Ampana, Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Touna Genjot Togean Jadi Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

Hewan langka itu diketahui berada jauh dari habitat alaminya yang umumnya berada di kawasan hutan dan pepohonan.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Tojo Una-una, Thomas Despin, mengungkapkan penemuan tersebut melalui unggahan di media sosial pribadinya, Kamis (5/3/2026).

“Hari ini kami menerima seekor kuskus beruang Sulawesi, satwa endemik yang dilindungi di Indonesia,” ujar Thomas.

Ia menjelaskan, kuskus tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga di sekitar wilayah pantai Ampana. Menyadari bahwa hewan tersebut merupakan satwa liar yang perlu dilindungi, warga kemudian membawa kuskus itu menggunakan perahu menuju Pulau Buka-Buka agar dapat ditangani dengan baik.

Menurut Thomas, warga tersebut sengaja menyerahkan hewan itu kepada pihak yang dianggap peduli terhadap satwa liar dengan harapan kuskus dapat kembali dilepaskan ke alam.

Baca Juga: Pulau Tersembunyi di Togean, Surga Kecil dengan Pesona Alam yang Memukau

“Karena mengetahui bahwa kami peduli terhadap satwa liar, warga tersebut kemudian membawa kuskus ini dengan perahu ke Buka Buka Island, dengan harapan hewan ini bisa dilepaskan kembali ke alam,” kata Thomas yang juga Founder Resort di Kepulauan Togean.

Setelah menerima laporan, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk memastikan penanganan satwa dilindungi itu dilakukan sesuai prosedur.

Sambil menunggu arahan lebih lanjut dari BKSDA, kuskus ditempatkan sementara di area hutan yang lebih tenang di Pulau Buka-Buka, jauh dari aktivitas manusia.

Langkah itu dilakukan agar hewan kuskus dapat beristirahat sekaligus mulai beradaptasi kembali dengan lingkungan alaminya.

Thomas juga mengapresiasi kepedulian warga yang memilih menyerahkan satwa endemik Sulawesi itu untuk dikembalikan ke alam, daripada membiarkannya berada di lingkungan yang tidak sesuai dengan habitatnya.

Selain itu, ia menyebut Pulau Buka-Buka memiliki potensi alam yang baik sebagai habitat berbagai satwa liar.

Sebelumnya, pihaknya juga telah melepasliarkan dua ekor burung Ornate Lorikeet yang merupakan satwa endemik, sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem di pulau tersebut.

“Kami percaya bahwa pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan perlindungan alam, bahkan menjadi salah satu cara untuk mendukungnya,” kata Thomas.

Saat ini kondisi kuskus tersebut masih terus dipantau sambil menunggu arahan lebih lanjut dari BKSDA terkait proses penanganan dan rencana pelepasliarannya kembali ke habitat yang sesuai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *