Berita Terkini

Camaba Untad Asal Poso Meninggal Kecelakaan, Warganet Soroti Kewajiban Tes Kesehatan di RS Kampus

×

Camaba Untad Asal Poso Meninggal Kecelakaan, Warganet Soroti Kewajiban Tes Kesehatan di RS Kampus

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu — Seorang calon mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Universitas Tadulako dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (27/4/2026).

Baca Juga: Dr. Awaluddin Hadiahkan Buku Karyanya kepada Lulusan Terbaik FH Untad

Korban diketahui bernama Fabian Gilbertos Cesario Samaili, calon mahasiswa asal Kabupaten Poso. Ia mengalami kecelakaan di ruas jalan Trans Sulawesi Palu–Poso setelah sebelumnya mengikuti pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Universitas Tadulako (RS Untad), Kota Palu.

Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan menuai perhatian luas dari kalangan mahasiswa hingga masyarakat. Peristiwa ini turut memicu perdebatan publik terkait kebijakan Universitas Tadulako yang mewajibkan calon mahasiswa baru menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Untad.

Sejumlah warganet menyampaikan kritik melalui kolom komentar di media sosial. Akun @m.fttur31_, misalnya, mempertanyakan kebijakan tersebut yang dinilai memberatkan calon mahasiswa dari daerah.

“Kebijakan wajib pemeriksaan kesehatan hanya di RS Untad ini jujur perlu dipertanyakan secara serius. Ini bukan sekadar soal administrasi, tapi juga soal logika dan keberpihakan. Banyak camaba berasal dari kabupaten yang jaraknya jauh dari Palu, harus mengeluarkan biaya lebih dan menempuh risiko perjalanan hanya untuk satu lembar surat kesehatan,” tulisnya saat memberikan komentar di postingan akun Instagram @InfoCamaba

Komentar serupa juga disampaikan akun @4n0ther.mputt yang menyoroti terbatasnya lokasi pemeriksaan kesehatan.

“Tempat pemeriksaan hanya satu, jadi anak-anak dari luar kota terpaksa datang jauh-jauh demi bisa melakukan pemeriksaan,” tulisnya.

Sementara itu, akun @_veraaaa31 menyebut kebijakan tersebut telah lama menuai protes.

“Dari dulu sudah banyak yang protes karena memang memberatkan mahasiswa baru. Sekarang kebijakan ini sudah memakan korban,” ungkapnya.

Diketahui, Universitas Tadulako sebelumnya menetapkan kebijakan yang mewajibkan seluruh calon mahasiswa baru menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Untad. Kebijakan ini, menurut pihak kampus, bertujuan untuk memastikan keabsahan hasil pemeriksaan serta mencegah pemalsuan surat keterangan sehat.

Pihak kampus juga menyatakan telah memberikan opsi bagi calon mahasiswa dari luar Kota Palu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan setelah tiba di Palu menjelang kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Namun, khusus bagi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran, pemeriksaan kesehatan wajib dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan karena menjadi bagian dari persyaratan akademik dengan standar pemeriksaan lebih ketat.

Meski demikian, kebijakan tersebut kini menjadi sorotan publik menyusul insiden kecelakaan yang merenggut nyawa salah satu calon mahasiswa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Tadulako belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *