Berita Terkini

Dampak Gempa M6,7, Sejumlah Gedung di Untad Alami Kerusakan

×

Dampak Gempa M6,7, Sejumlah Gedung di Untad Alami Kerusakan

Sebarkan artikel ini
Sejumlah fasilitas Universitas Tadulako mengalami kerusakan akibat dampak gempa magnitudo 6,7. Foto: Humas Untad

POTRETCELEBES, Palu – Sejumlah fasilitas di lingkungan Universitas Tadulako (Untad) mengalami kerusakan akibat gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, guncangan kuat tersebut menyebabkan kerusakan pada berbagai bangunan dan sarana kampus.

Baca Juga: FKUB dan BAMAG Sulteng Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sigi

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Sesaat setelah gempa terjadi, Universitas Tadulako langsung melakukan pemantauan dan pendataan terhadap kondisi sarana dan prasarana kampus. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan sivitas akademika dan tamu yang berada di lingkungan kampus, sekaligus mengidentifikasi tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Hasil identifikasi awal yang dilakukan Tim Barang Milik Negara (BMN) bersama tim teknis menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan. Kerusakan yang ditemukan meliputi retakan dinding, terlepasnya material pelapis bangunan, kerusakan plafon, kerusakan sarana pembelajaran, hingga pecahnya kaca akibat kuatnya guncangan.

Beberapa bangunan yang terdampak merupakan gedung yang telah direhabilitasi dan direkonstruksi pascabencana gempa, tsunami, dan likuefaksi 2018. Program rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut mulai dilaksanakan secara bertahap sejak awal 2022 dengan dukungan Pemerintah Republik Indonesia. Namun, sebagian bangunan masih dalam tahap penyelesaian, sementara sejumlah gedung yang telah diserahterimakan masih memerlukan penyempurnaan sarana pendukung, penataan lanskap, akses jalan, dan fasilitas penunjang lainnya.

Berdasarkan pendataan sementara, Gedung Rektorat Universitas Tadulako mengalami kerusakan berupa retakan dan terkelupasnya material dinding pada beberapa bagian bangunan, termasuk plafon. Keretakan juga ditemukan pada Gedung Media Center.

Sementara itu, Auditorium Universitas Tadulako mengalami kerusakan berupa runtuhnya sebagian plafon serta gangguan pada fasilitas videotron. Kerusakan serupa juga ditemukan pada Rumah Sakit Universitas Tadulako berupa retakan pada sejumlah bagian nonstruktural bangunan.

Di Fakultas Teknik, sebagian plafon dilaporkan roboh akibat guncangan. Adapun Gelanggang Mahasiswa Universitas Tadulako mengalami retakan pada beberapa bagian bangunan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Kerusakan juga teridentifikasi pada sejumlah fasilitas kampus lainnya.

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, menegaskan bahwa keselamatan sivitas akademika menjadi prioritas utama universitas. Karena itu, seluruh unit kerja diminta segera melaporkan dampak yang terjadi dan berkoordinasi dengan tim teknis untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.

“Universitas Tadulako akan melakukan asesmen teknis secara menyeluruh terhadap seluruh bangunan kampus, khususnya bangunan hasil rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana 2018. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah tindak lanjut untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh pengguna bangunan,” ujar Amar, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, asesmen yang dilakukan tidak hanya bertujuan memastikan keamanan pengguna bangunan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pendidikan tinggi pascabencana. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan bangunan terhadap risiko kebencanaan di masa mendatang.

Universitas Tadulako menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan hasil asesmen, kondisi fasilitas kampus, serta kebijakan terkait pelaksanaan kegiatan akademik melalui kanal resmi universitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *