Berita Terkini

Tiga Hari Pascagempa, 13 Pasien RSUD Undata Masih Pilih Dirawat di Tenda

×

Tiga Hari Pascagempa, 13 Pasien RSUD Undata Masih Pilih Dirawat di Tenda

Sebarkan artikel ini
Pasien RSUD Undata dirawat di tenda darurat. Foto: Potretcelebes.com/Sukri

POTRETCELEBES, Palu – Tiga hari setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan wilayah sekitarnya, sebanyak 13 pasien di RSUD Undata Palu masih memilih menjalani perawatan di tenda darurat yang didirikan di halaman rumah sakit.

Sebelumnya, terdapat 28 pasien yang dirawat di tenda darurat pascagempa. Namun seiring berjalannya waktu, sebagian besar pasien telah kembali ke ruang perawatan, sementara 13 pasien lainnya masih bertahan karena mengalami trauma akibat gempa.

Direktur RSUD Undata Palu, dr. Jumriani, mengatakan pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan kepada pasien sesuai dengan kenyamanan mereka.

“Pagi tadi masih ada 13 pasien di tenda, tapi sudah diarahkan untuk kembali ke kamar,” ujar dr. Jumriani, Kamis (18/6/2026).

Meski demikian, pihak rumah sakit tidak memaksa pasien untuk kembali ke gedung perawatan apabila mereka masih merasa khawatir.

“Kami tidak memaksakan untuk kembali ke ruangan. Tetap kami melayani di mana mereka merasa nyaman,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar pasien yang masih bertahan di tenda merupakan pasien yang sebelumnya dirawat di lantai tiga dan lantai empat gedung rumah sakit. Kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan membuat mereka belum bersedia kembali ke ruang perawatan.

“Ini pasien yang berada di lantai tiga dan empat. Mungkin karena posisinya tinggi, jadi mereka tidak mau naik dulu. Kalau pasien di lantai satu dan dua sudah kembali beberapa jam setelah gempa,” jelasnya.

RSUD Undata memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan normal baik di dalam gedung maupun di tenda darurat. Petugas medis terus memberikan pendampingan kepada pasien yang masih memilih bertahan di area terbuka hingga kondisi psikologis mereka pulih dan merasa aman untuk kembali ke ruang perawatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *