Daerah

Hari Keempat Operasi SAR, Pencarian Nahkoda Speed Boat Tenggelam di Teluk Tomini Masih Nihil

×

Hari Keempat Operasi SAR, Pencarian Nahkoda Speed Boat Tenggelam di Teluk Tomini Masih Nihil

Sebarkan artikel ini

POTRETCELEBES, Gorontalo – Memasuki hari keempat pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR), tim gabungan masih belum menemukan Ferdiansyah nahkoda speed boat yang dilaporkan hilang setelah insiden tenggelam di perairan Teluk Tomini.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Heriyanto, mengatakan pada operasi hari keempat, tim mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Pos SAR Marisa dan satu unit speed boat milik Resort Sanctum Pulau Una-Una untuk melakukan penyisiran di area pencarian.

Baca Juga: Speed Boat Wisata Angkut 13 Penumpang Hilang Kontak di Perairan Teluk Tomini

“Hingga sore ini, hasil operasi masih nihil. Kami akan terus melaksanakan pencarian sampai hari ketujuh sesuai rencana operasi SAR,” ujar Heriyanto.

Ia menjelaskan, cuaca menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Gelombang di lokasi mencapai 2 hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin berkisar antara 20 hingga 30 knot, sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran.

“Cuaca hari ini memang kurang mendukung. Gelombang cukup tinggi dan angin cukup kencang, sehingga menjadi tantangan dalam pelaksanaan pencarian,” katanya.

Untuk memperkuat upaya pencarian, Basarnas akan mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR 216 dari Gorontalo pada Selasa pagi menuju lokasi ditemukannya korban sebelumnya. Kapal tersebut akan melakukan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan guna menemukan satu korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

“Sampai saat ini, tim di lapangan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, baik berupa jaket pelampung yang digunakan maupun benda-benda lain yang dapat menjadi petunjuk,” tambah Heriyanto.

Baca Juga: WNA Korban Speed Boat Tenggelam Dievakuasi ke Ampana

Basarnas juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang sedang melaut di sekitar perairan Teluk Tomini, agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Jika memungkinkan, nelayan juga diminta membantu melakukan evakuasi dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Selain itu, Heriyanto mengingatkan para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di wilayah tersebut masih kurang bersahabat.

Sebelumnya, sebuah speed boat yang mengangkut 11 wisatawan mancanegara, satu warga lokal, serta dua anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang kontak setelah bertolak dari Pulau Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menuju Marisa, Gorontalo, pada Jumat (24/7/2026). Sebanyak 13 penumpang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sementara nahkoda hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *