Berita TerkiniEkonomi & Bisnis

Dubes UEA Jajaki Investasi di KEK Palu, Posisi Strategis ALKI II Jadi Magnet Investor

×

Dubes UEA Jajaki Investasi di KEK Palu, Posisi Strategis ALKI II Jadi Magnet Investor

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Palu bersama Dubes UEA untuk Indonesia. Foto: Kominfo Palu

POTRETCELEBES, Palu – Peluang masuknya investasi dari Uni Emirat Arab (UEA) ke Kota Palu, Sulawesi Tengah, mulai terbuka. Hal itu ditandai dengan kunjungan Duta Besar UEA untuk Republik Indonesia, Abdulla Salem Aldhaheri, ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Senin (3/8/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Hadianto Rasyid bersama jajaran Pemerintah Kota Palu, pengelola KEK Palu, dan sejumlah pemangku kepentingan. Agenda tersebut menjadi langkah awal penjajakan berbagai potensi investasi yang dimiliki Kota Palu, khususnya di kawasan industri yang diproyeksikan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian tengah.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas peluang kerja sama investasi dari Uni Emirat Arab. Saat ini, proses yang dilakukan masih sebatas pengumpulan informasi sebagai bahan pertimbangan bagi investor asal UEA yang berencana menanamkan modal di Indonesia.

Informasi tersebut nantinya akan menjadi referensi dalam menentukan daerah tujuan investasi, sehingga Kota Palu dapat direkomendasikan sebagai salah satu lokasi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik investasi yang dicari.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, mengatakan pihaknya bersyukur atas kunjungan Duta Besar UEA yang juga menyempatkan diri meninjau langsung KEK Palu dan berdialog dengan administrator kawasan serta salah satu investor yang telah mulai melakukan tahapan pembangunan.

“Alhamdulillah beliau berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus Palu, bertemu dengan administrator kawasan dan salah satu investor yang saat ini sedang dalam proses land clearing serta tahapan pekerjaan lainnya. Dalam komunikasi tersebut beliau meminta gambaran mengenai kondisi strategis KEK Palu sehingga kawasan ini dapat menjadi salah satu pilihan investasi,” kata Hadianto kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Menurut Hadianto, investor yang telah masuk ke KEK Palu juga menyampaikan alasan memilih berinvestasi di kawasan tersebut. Saat ini mereka telah memulai pekerjaan awal dan berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga dalam waktu sekitar dua tahun kegiatan produksi sudah dapat dimulai.

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang menjadi daya tarik investasi adalah letak strategis KEK Palu yang berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Posisi tersebut dinilai sangat potensial sebagai jalur distribusi yang menghubungkan kawasan Asia, termasuk Tiongkok, dengan Australia.

“KEK Palu memiliki posisi yang sangat strategis di ALKI II. Kawasan ini memiliki pelabuhan yang dapat menjangkau berbagai wilayah dengan cepat dan lokasinya sangat dekat dengan sumber bahan baku yang dibutuhkan industri,” ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar UEA memperoleh gambaran mengenai berbagai keunggulan strategis yang dimiliki Kota Palu. Selain berada di kawasan tengah Indonesia dan dekat dengan kawasan Ibu Kota Nusantara, Palu juga dinilai memiliki prospek besar sebagai simpul distribusi dan logistik nasional.

Keunggulan lainnya adalah keberadaan Pelabuhan Pantoloan yang memiliki kedalaman alami sekitar 18 meter. Kondisi tersebut memungkinkan kapal berbobot besar bersandar tanpa memerlukan pengerukan yang signifikan, sehingga menjadi nilai tambah dalam pengembangan investasi di sektor industri, logistik, dan perdagangan.

Komitmen Pemerintah Kota Palu dalam memberikan kemudahan kepada investor turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Hal itu diperkuat dengan testimoni salah seorang investor asal Tiongkok yang telah berinvestasi di KEK Palu. Investor tersebut membagikan pengalamannya mengenai dukungan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kota Palu berharap hubungan kerja sama dengan Uni Emirat Arab dapat terus berkembang serta membuka peluang masuknya investasi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi KEK Palu sebagai kawasan industri strategis di Indonesia timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *