Berita Terkini

HUT ke-48 Palu, Hadianto Bicara Kerja Nyata dan Keberlanjutan 88 Program Prioritas

×

HUT ke-48 Palu, Hadianto Bicara Kerja Nyata dan Keberlanjutan 88 Program Prioritas

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Kominfo Palu

POTRETCELEBES, Palu – Semangat untuk terus bergerak dan menghadirkan perubahan nyata menjadi pesan utama dalam dialog interaktif RRI Palu “Palu Menyapa” yang mengangkat tema “Moving in Action: Capaian dan Keberlanjutan Program Kota Palu”, Kamis (24/9/2026).

Dalam dialog yang berlangsung di Studio Pro 1 RRI Palu tersebut, Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., hadir secara virtual melalui Zoom untuk membahas berbagai capaian pembangunan sekaligus arah keberlanjutan program Pemerintah Kota Palu.

Dialog tersebut turut menghadirkan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmat Mustafa, serta akademisi dan pengamat Prof. Dr. Drs. Irwan Waris.

Mengawali pembahasan, Asisten Rahmat Mustafa menjelaskan bahwa tema “Moving in Action” bukan sekadar slogan, melainkan menggambarkan semangat untuk menerjemahkan berbagai perencanaan pembangunan menjadi tindakan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut asisten, momentum HUT ke-48 Kota Palu menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan agar tidak hanya berhenti pada perencanaan dan kebijakan.

“Moving in Action, sudah saatnya kita bergerak. Aksi nyata dalam melaksanakan apa yang telah kita rencanakan. Melalui momentum HUT Kota Palu ke-48 ini kita berkomitmen, khususnya seluruh stakeholder Pemerintah Kota Palu, saatnya kita bergerak dan mewujudkan aksi nyata di semua aspek serta sektor pembangunan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar asisten.

Asisten menambahkan, rangkaian HUT ke-48 Kota Palu juga diarahkan untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu kegiatan yang disiapkan adalah Gebyar UMKM, yang akan melibatkan pelaku usaha binaan Pemerintah Kota Palu maupun peserta inkubator bisnis.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas ruang promosi dan pengembangan usaha masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, akademisi dan pengamat, Prof. Dr. Drs. Irwan Waris menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan Kota Palu.

Ia menilai sejumlah perubahan dan penataan kota dapat dirasakan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya lihat di masa kepemimpinan Pak Hadianto ini memang Kota Palu sungguh-sungguh bergerak dan beraksi. Sebagai warga, saya melihat kota kita ini semakin tertata,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menegaskan bahwa memasuki periode kedua kepemimpinannya, Pemerintah Kota Palu harus mampu meningkatkan kualitas kerja dan memastikan berbagai program yang telah dirancang benar-benar terlaksana secara optimal.

Wali kota mengatakan, periode pertama kepemimpinannya lebih banyak digunakan untuk membangun gagasan, merumuskan berbagai upaya perubahan, serta meletakkan dasar bagi perbaikan tata kelola pembangunan.

Namun, pada periode kedua, orientasi tersebut harus dilanjutkan dengan kerja yang lebih konkret.

“Periode pertama kita masih dalam taraf membangun wacana terhadap berbagai upaya perubahan dan perbaikan di Kota Palu. Tapi periode kedua ini adalah periode di mana kita berharap lebih dari itu, bahwa semua pihak benar-benar menunjukkan kerja yang lebih nyata,” kata wali kota.

Wali kota menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada penyampaian kebijakan, tetapi harus mampu memperbaiki pola kerja sehingga setiap kebijakan memberikan hasil yang lebih baik bagi masyarakat.

Bagi wali kota, keberlanjutan pembangunan bukan hanya persoalan mempertahankan program yang telah berjalan, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap cara program tersebut dilaksanakan.

“Yang harus kita evaluasi sebenarnya bukan programnya, tetapi cara kerja kita dalam menjalankan program tersebut,” ujar wali kota.

Wali kota menyebutkan, sebanyak 88 program prioritas Pemerintah Kota Palu saat ini berjalan dengan baik.

Pemerintah, kata wali kota, tetap akan melakukan penyempurnaan agar program-program tersebut semakin efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bantuan modal usaha.

Wali kota menjelaskan bahwa mekanisme pemberian bantuan modal usaha mulai diperkuat dengan pendekatan peningkatan kapasitas penerima manfaat.

Masyarakat tidak hanya diberikan bantuan, tetapi terlebih dahulu dibekali literasi agar mampu mengelola usaha secara lebih baik.

“Mulai tahun 2025 hingga 2026, masyarakat yang menerima bantuan modal usaha tidak lagi langsung memperoleh bantuan begitu saja. Sebelum menerima bantuan, mereka akan terlebih dahulu mendapatkan penguatan literasi agar mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan,” jelas wali kota.

Menurut wali kota, pendekatan tersebut penting agar program pemberdayaan tidak hanya menghasilkan penerima bantuan, tetapi juga mendorong masyarakat memiliki kemampuan mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Dialog “Palu Menyapa” tersebut sekaligus menjadi momentum refleksi pembangunan menjelang HUT ke-48 Kota Palu.

Semangat “Moving in Action” diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus bergerak dalam satu arah pembangunan.

Dengan kolaborasi dan kerja nyata, Pemerintah Kota Palu berkomitmen melanjutkan berbagai program pembangunan agar manfaatnya semakin luas dan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Rilis. Imron
Foto. Jufri
Protokol. Syarif dan Kabag Miranti Wulandari – Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palu.

Bid. PIKP – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kota Palu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *