Daerah

Bekali Mahasiswa KKN, Wawali Palu Ingatkan Mahasiswa Siapkan Masa Depan Sejak Dini

×

Bekali Mahasiswa KKN, Wawali Palu Ingatkan Mahasiswa Siapkan Masa Depan Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Potretcelebes.com

POTRETCELEBES, Palu — Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako (Untad) menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanahan.

Kegiatan pembekalan KKN tersebut berlangsung di Gedung LPPM Untad, Selasa (29/9/2026), dan dihadiri Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, Kepala ATR/BPN Kota Palu, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Palu, dosen pendamping, serta mahasiswa peserta KKN.

Baca Juga: HUT ke-48 Kota Palu, Gereja se-Kota Palu Doakan Palu Makin Damai dan Sejahtera

Sebanyak 25 mahasiswa akan mengikuti KKN Tematik Pertanahan tersebut. Mereka terdiri atas 15 mahasiswa Fakultas Hukum dan 10 mahasiswa Fakultas Teknik Untad.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Kota Palu dan Untad dalam pelaksanaan KKN Tematik Pertanahan.

“Saya mengapresiasi kolaborasi pemerintah dan Untad. Terima kasih banyak kepada Untad yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palu,” kata Imelda.

Ia mengatakan, program tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memperoleh data terkait pertanahan, termasuk lahan pertanian di wilayah Kota Palu.

Menurutnya, dari sekitar 2.100 bidang yang menjadi sasaran, saat ini masih terdapat sekitar 1.700 yang belum bersertifikat.

Imelda juga menyinggung program Palu Mapan (Palu Pangan) yang menghadapi tantangan akibat berkurangnya lahan pertanian seiring dengan perkembangan pembangunan dan properti.

“Adik-adik akan mendata berapa lahan pertanian dan berapa lahan yang lainnya. Kita memiliki program Palu Mapan, tetapi lahan kita berkurang karena banyak pembangunan properti,” ujarnya.

Baca Juga: FH Untad Jadi Mitra Strategis Badan Keahlian DPR RI, Reforma Agraria Masuk Agenda Pembahasan

Selain terkait pertanahan, Imelda berpesan kepada mahasiswa agar mulai mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja sejak masih berada di bangku kuliah. Ia mendorong mahasiswa tidak hanya berorientasi untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga memiliki pola pikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

“Jangan berpikir nanti setelah selesai kuliah baru mencari kerja. Ubah mindset bahwa dari sekarang harus punya. Coba berpikir bagaimana cara menciptakan pekerjaan. Jangan selalu berpikir menjadi ASN,” katanya.

Ia juga meminta mahasiswa memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya, termasuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan mulai membangun kemandirian sejak dini.

“Kalian harus siap dari sekarang, mulai menabung dari sekarang, dan selesaikan kuliah kalian tepat waktu,” pesan Imelda.

Kepada mahasiswa peserta KKN, ia meminta agar mengikuti pembekalan dengan serius dan aktif bertanya sebelum diterjunkan ke lapangan.

“Saya berharap pembekalan ini kalian simak baik-baik dan harus banyak bertanya, sehingga ketika turun ke lapangan kalian sudah paham. Ini akan menjadi bekal kalian ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LPPM Untad, Dr. Lukman, mengatakan KKN merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, KKN memiliki berbagai bentuk dan dapat dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Beberapa waktu lalu kami juga melaksanakan KKN berkolaborasi dengan mahasiswa UGM di Donggala. Banyak sekali yang kami lakukan, salah satunya membangun irigasi persawahan dan desa wisata,” kata Lukman.

Ia menjelaskan, sebelum mahasiswa diterjunkan ke masyarakat, pembekalan perlu dilakukan agar mahasiswa dan pihak terkait memiliki kesamaan pandangan serta pengetahuan mengenai program yang akan dilaksanakan.

“Sebelum kita menurunkan mahasiswa, kita awali dengan pembekalan sehingga ada kesamaan pandangan dan pengetahuan,” ujarnya.

Lukman juga mengapresiasi kehadiran Wakil Wali Kota Palu dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Untad terus mengembangkan proses pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.

“Kita sekarang juga mengembangkan perkuliahan tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Mahasiswa bisa berkegiatan di luar, misalnya magang, dan itu bisa direkognisi,” katanya.

Ia berharap waktu yang tersedia selama pelaksanaan KKN dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan waktu yang tersedia ini bisa dimanfaatkan. Saya berharap kepada anak-anakku, setelah turun ke lapangan, menjaga nama baik kampus dan betul-betul memberikan manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *