Daerah

Karantina Sulteng Gelar Donor Darah Terbuka untuk Umum, Besok Ada Vaksinasi Rabies Gratis

×

Karantina Sulteng Gelar Donor Darah Terbuka untuk Umum, Besok Ada Vaksinasi Rabies Gratis

Sebarkan artikel ini
Kepala Balai Karantina Sulawesi Tengah, Ahmad Mansuri Alfian. Foto: Potretcelebes.com

POTRETCELEBES, Palu – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sulawesi Tengah menggelar aksi donor darah terbuka untuk umum. Kegiatan berlangsung di Kantor Karantina Sulawesi Tengah, Jl. Garuda No. 16, Kota Palu, mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai, Kamis (1/10/2026).

Aksi kemanusiaan ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Karantina ke-149 sekaligus HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia. Kepala Balai Karantina Sulawesi Tengah, Ahmad Mansuri Alfian, mengatakan kegiatan ini bentuk kepedulian karantina terhadap masyarakat.

“Darah ini sangat diperlukan oleh masyarakat yang membutuhkan. Inilah bentuk kepedulian kami, bahwa karantina juga bisa memberikan aksi kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Ahmad Mansuri, donor darah ini melibatkan seluruh pegawai Balai Karantina Sulawesi Tengah. Selain itu, ikut serta mitra kerja, yakni perusahaan yang berkaitan dengan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan, serta instansi terkait di lingkungan pelabuhan dan bandara.

Panitia menargetkan terkumpul 100 kantong darah. “Semoga bisa tercapai,” kata Ahmad Mansuri.

Masyarakat umum dapat berpartisipasi dengan mendaftar melalui QR code pada poster resmi kegiatan. Warga yang belum mendaftar secara daring juga bisa mendaftar langsung di lokasi. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui narahubung Nadya (0823-5715-3033) dan Novia (0822-5310-4200).

Selain donor darah, Balai Karantina Sulawesi Tengah juga menggelar vaksinasi rabies dan pemeriksaan kesehatan hewan secara gratis. Pelaksanaan tahap kedua dijadwalkan Jumat (2/10/2026) di kantor Balai Karantina Sulawesi Tengah, mulai sekitar pukul 09.00 Wita hingga dosis habis.

Tersedia 100 dosis vaksin. Pada tahap pertama, sekitar 20 dosis telah digunakan. Persyaratannya mudah, yakni mendaftar dan membawa hewan peliharaan ke lokasi.

Ahmad Mansuri menjelaskan, vaksinasi ini bertujuan mencegah meningkatnya kasus rabies di Sulawesi Tengah dan mendukung target pemerintah mewujudkan Indonesia bebas rabies pada 2030. Kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kera.

“Rabies adalah zoonosis, yaitu penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia. Manfaat vaksin ini bukan hanya untuk hewannya, tetapi juga menjaga manusia,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *