DaerahEkonomi & Bisnis

10 Pengusaha Difabel di Palu Terima Bantuan Kewirausahaan Rp5 Juta

×

10 Pengusaha Difabel di Palu Terima Bantuan Kewirausahaan Rp5 Juta

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, Zulkifli bersama Pengusaha Penyandang Disabilitas. Foto: Potretcelebes.com

POTRETCELEBES, Palu – Sebanyak 10 pengusaha penyandang disabilitas di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mendapat kesempatan mengikuti program bantuan kewirausahaan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Tenaga Kerja.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan Kota Palu sebagai kota ramah difabel, sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan usaha.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, Zulkifli, mengatakan penyandang disabilitas mendapatkan perlakuan dan kesempatan yang sama dengan peserta lainnya dalam program tersebut.

Menurutnya, keterlibatan penyandang disabilitas merupakan implementasi salah satu dari 53 program Pemerintah Kota Palu, yakni mewujudkan Kota Palu sebagai kota ramah difabel.

“Difabel juga tidak kita bedakan. Sistemnya sama dengan teman-teman yang lain. Ini terkait program Pemerintah Kota Palu yang masuk dalam 53 program, yaitu Kota Palu ramah difabel,” kata Zulkifli kepada wartawan usai menutup kegiatan Pelatihan Wirausaha di Media Center Universitas Tadulako, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah juga telah menyiapkan kuota bagi penyandang disabilitas, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palu, serta masyarakat umum.

Dalam program tersebut, sebanyak 10 penyandang disabilitas berhasil mengikuti tahapan pelatihan kewirausahaan.

Zulkifli menyampaikan, program bantuan modal bagi wirausaha muda kini telah memasuki tahap akhir pelatihan yang berlangsung selama tiga hari.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi dari sejumlah narasumber, di antaranya pihak inkubator bisnis (Inbis), akademisi, pendamping halal, hingga Kejaksaan.

Ia berharap materi yang diberikan dapat menambah pengetahuan peserta dan diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing.

“Walaupun pelatihannya cukup singkat, hanya tiga hari, mudah-mudahan materi yang disampaikan bisa menjadi tambahan ilmu bagi mereka untuk diaplikasikan dalam kegiatan usaha,” ujarnya.

Zulkifli mengungkapkan, dari lebih 200 pendaftar, sebanyak 165 peserta dinyatakan lolos seleksi yang dilakukan bersama pihak inkubator bisnis dan dinas terkait.

Para peserta yang lolos tersebut direncanakan menerima bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta untuk setiap usaha.

Ia menyebutkan, program tersebut merupakan pelaksanaan kedua kalinya dan diharapkan dapat kembali dilanjutkan pada tahun mendatang. Pemerintah juga membuka ruang bagi aspirasi peserta, termasuk usulan penambahan kuota penerima bantuan.

Sementara itu, salah satu peserta penyandang disabilitas, Elisabriani (30), menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Palu, khususnya Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja, atas perhatian yang diberikan kepada pelaku usaha difabel.

Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk ikut berpartisipasi dan mengembangkan usaha sebagaimana pelaku usaha lainnya.

“Kami berterima kasih banyak atas perhatian pemerintah, khususnya Dinas UMKM kepada kami penyandang disabilitas. Pemerintah sudah membuka peluang bagi kami sehingga kami juga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Elisabriani.

Ia mengaku baru pertama kali mengikuti program yang diselenggarakan Dinas UMKM Kota Palu tersebut.

Elisabriani sendiri merupakan pelaku usaha kerajinan rajut dengan nama Elisa Rajut. Ia berharap kesempatan yang diberikan pemerintah dapat membantu mengembangkan usaha yang selama ini dijalankannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *