Berita Terkini

Meski Belum Dibuka, Bursa Ketua Golkar Sulteng Ramai, Irwan Lapatta Dukung Arus Abdul Karim

×

Meski Belum Dibuka, Bursa Ketua Golkar Sulteng Ramai, Irwan Lapatta Dukung Arus Abdul Karim

Sebarkan artikel ini
Irwan Lapatta. Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Meskipun Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah (Sulteng) belum resmi dibuka, peta persaingan untuk kursi Ketua DPD mulai tampak jelas. Persaingan ini semakin terasa dengan munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut berpotensi memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.

Namun, salah satu nama yang sejak awal disebut-sebut sebagai kuda hitam, yakni Mohamad Irwan Lapatta, justru memilih untuk meredam spekulasi yang berkembang.

Irwan, yang kini menjabat Ketua DPC Golkar Kabupaten Sigi dan Ketua DPD Kosgoro Sulteng, memberikan pernyataan yang tegas namun diplomatis ketika dimintai tanggapan mengenai kemungkinan dirinya maju dalam Musda Golkar yang akan datang.

Saat ditemui di kediamannya, Irwan menyatakan bahwa dirinya belum memikirkan untuk maju sebagai calon Ketua DPD Golkar Sulteng.

“Saya belum ada pemikiran ke sana. Saya mengetahui dinamikanya besar. Bukan karena tidak mampu, tapi untuk sekarang saya memilih fokus di bidang lain,” ungkap Irwan.

Alih-alih menunjukkan ambisi pribadi, Irwan justru menegaskan dukungannya kepada Arus Abdul Karim, Ketua DPD Golkar Sulteng yang saat ini menjabat. Irwan menilai bahwa Arus masih layak melanjutkan kepemimpinan untuk satu periode lagi meski sudah dua kali menjabat.

“Saya masih mendukung Pak Arus. Beliau berhasil menaikkan posisi Golkar di DPR dari wakil ketua jadi ketua. Di Pilkada, Golkar menang di sembilan kabupaten/kota, bahkan perolehan suara Golkar di Pileg naik signifikan, dari satu jadi dua kursi di pusat,” tambah Irwan dengan keyakinan penuh.

Irwan juga menegaskan bahwa meskipun AD/ART Partai Golkar membatasi kepemimpinan pada dua periode, ada mekanisme diskresi yang memungkinkan pemimpin yang sudah menjabat dua periode tetap bisa melanjutkan kepemimpinan. Menurutnya, Arus Abdul Karim masih sangat layak mendapat diskresi dari DPP Partai Golkar, mengingat pencapaian dan kinerjanya yang terbukti.

“Memang ada aturan dua periode, tapi ada diskresi. Pak Arus masih layak didiskresikan. Kepemimpinan beliau terbukti. Meski tak sempurna, dinamika itu wajar dalam manajemen organisasi,” ujar Irwan.

Lebih lanjut, Irwan mengungkapkan pentingnya menjaga kesinambungan dan stabilitas dalam tubuh Partai Golkar, mengingat situasi politik yang semakin kompetitif. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap Arus bukan berarti tidak ada calon lain yang layak, namun lebih kepada kebutuhan Golkar untuk melanjutkan proses pembangunan partai agar tetap solid.

“Golkar butuh kontinuitas. Pak Arus bisa menjadi pengantar untuk periode selanjutnya agar partai ini mencapai hasil maksimal,” tutupnya.

Ketika ditanya mengenai munculnya nama Imelda Liliana Muhidin sebagai kandidat alternatif, Irwan memberikan tanggapan yang cukup diplomatis. Ia mengingatkan bahwa memimpin Golkar bukan hanya soal pengalaman di struktur organisasi, tetapi lebih kepada kemampuan untuk memimpin dan mengendalikan dinamika internal organisasi yang besar.

“Itu hak beliau untuk maju. Tapi memimpin Golkar bukan sekadar pernah menjadi bendahara. Kita bicara soal pengalaman manajerial, bukan hanya menjadi pelengkap struktur,” sindir Irwan tanpa menyebut nama secara langsung.

Menurut Irwan, Golkar adalah sebuah “kapal besar” yang membawahi 12 kabupaten dan satu kota. Memimpin Golkar membutuhkan seseorang yang tidak hanya populer, tetapi memiliki pengalaman dan kemampuan untuk mengelola organisasi politik yang kompleks.

“Saat ini, Golkar butuh pemimpin yang bisa membaca peta politik nasional dan lokal, dan menyatukan kekuatan. Saya rasa itu belum terlihat dari nama-nama calon yang beredar,” tandas Irwan.

Meskipun secara tegas menyatakan bahwa ia belum tertarik untuk maju dalam bursa Ketua DPD, pernyataan Irwan tersebut juga bisa dianggap sebagai langkah strategis. Banyak yang menilai bahwa sikapnya yang “low profile high impact” adalah bagian dari kalkulasi untuk menghindari serangan dini dan membangun simpati dari kalangan kader dan pendukung Golkar.

“Saya tidak menutup mata terhadap dinamika yang ada. Tapi untuk sekarang, saya lebih memilih mendukung kepemimpinan yang sudah terbukti, dan menjaga kekompakan partai agar tidak terpecah lebih awal,” tutup Irwan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *