Berita Terkini

Kota Palu Wujudkan Budaya Siaga Bencana Lewat Latihan Lintas Instansi

×

Kota Palu Wujudkan Budaya Siaga Bencana Lewat Latihan Lintas Instansi

Sebarkan artikel ini
Simulasi Kesiapsiagaan Bencana di Kota Palu, Foto: Dok potretcelebes.com/Sukri

POTRETCELEBES, Palu — Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), Pemerintah Kota Palu menggelar simulasi kebencanaan di halaman kantor Wali Kota Palu pada Kamis (15/5/2025). Kegiatan ini turut disaksikan langsung oleh Duta Besar Swiss untuk Indonesia, H.E. Mr. Olivier Zehnder.

Simulasi melibatkan sekitar 200 peserta dari berbagai instansi, termasuk Basarnas, PMI, TNI, Polri, Damkar, Dinas Perhubungan, Tagana, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, serta pegawai kantor Wali Kota Palu. Latihan ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara berkala setiap tahun. Momentum HKBN dipandang sebagai waktu yang tepat untuk kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan, terutama mengingat kondisi geografis Palu yang rawan bencana.

“Simulasi bencana ini merupakan kegiatan rutin kita setiap tahun sebagai upaya membangun kesiapsiagaan. Hari ini kita kembali melaksanakannya sebagai pengingat bahwa Kota Palu merupakan daerah rawan bencana,” ujarnya kepada media.

Fasilitator kegiatan, Eka Bandi, menjelaskan bahwa ada dua aspek utama yang diuji dalam simulasi kali ini. Pertama adalah koordinasi lintas lembaga melalui rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan kedua adalah uji pemahaman jalur evakuasi di lingkungan kantor wali kota.

“Latihan seperti ini masih perlu terus dilakukan. Koordinasi antar instansi, pemahaman perlindungan diri saat bencana, hingga kesiapan jalur evakuasi menjadi hal penting yang harus terus dibenahi,” kata Eka.

Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, mengapresiasi penyelenggaraan simulasi ini. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah cerdas dan patut dicontoh dalam membangun budaya kesiapsiagaan.

“Saya sangat terkesan oleh organisasi dan komitmen dari setiap entitas yang terlibat. Ini sangat cerdas. Kami juga secara rutin mengadakan simulasi di Jakarta, karena kita tidak pernah cukup siap menghadapi bencana. Saya mengucapkan selamat kepada semua pihak yang terlibat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat yang tak terduga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *