Berita Terkini

Gagasan ‘Kabupaten Sawit’ Anwar Hafid Ditolak, Aktivis: Ancaman Nyata, Bukan Kemajuan!

×

Gagasan ‘Kabupaten Sawit’ Anwar Hafid Ditolak, Aktivis: Ancaman Nyata, Bukan Kemajuan!

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Touna – Rencana Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang ingin menjadikan Kabupaten Tojo Una-una sebagai “Kabupaten Sawit” menuai kritik tajam dari kalangan aktivis mahasiswa.

Ahmad Alhabsyie, salah satu aktivis asal Tojo Una-una, menyebut gagasan tersebut sebagai ancaman terselubung terhadap ruang hidup masyarakat, bukan sebagai solusi pembangunan.

“Alih-alih terdengar sebagai gagasan kemajuan, pernyataan itu justru menyiratkan ancaman terhadap masa depan ekologis dan sosial masyarakat Tojo Una-una,” ujar Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/5/2025).

Menurut Ahmad, pembukaan lahan untuk perkebunan sawit bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial serta menghilangkan ruang hidup masyarakat adat. Ia menilai istilah seperti “emas hijau” hanyalah kemasan manis untuk sebuah proyek yang merugikan rakyat kecil.

“Dampaknya nyata: hutan rusak, habitat satwa liar hilang, konflik agraria muncul, air tercemar, dan kebakaran hutan meningkat. Ini bukan janji kesejahteraan, tapi ancaman terhadap tanah dan masa depan kami,” tegasnya.

Data Greenpeace mencatat bahwa sekitar 23 juta hektar hutan tropis Indonesia telah hancur antara 2001 hingga 2020, sebagian besar akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit. Ahmad khawatir jika hal ini dibiarkan, Tojo Una-una akan menjadi korban berikutnya dari kebijakan yang lebih menguntungkan korporasi dibandingkan rakyat.

Sebagai putra daerah, Ahmad mengaku tidak bisa tinggal diam melihat tanah kelahirannya dijadikan “proyek eksperimen” atas nama kemakmuran. Ia menyerukan masyarakat Tojo Una-una untuk bersikap kritis dan menolak gagasan tersebut.

“Saya meminta masyarakat tidak terbuai oleh janji-janji investasi. Jangan sampai hutan, tanah, dan masa depan anak cucu kita dikorbankan demi keuntungan segelintir pihak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *