Berita Terkini

4 Sekolah Rusak Akibat Banjir Bandang Donggala, BPMP Sulteng Terjunkan Tim ke Lokasi

×

4 Sekolah Rusak Akibat Banjir Bandang Donggala, BPMP Sulteng Terjunkan Tim ke Lokasi

Sebarkan artikel ini
Salah Sekolah terdampak banjir bandang di Desa Wombo Kalonggo Donggala. Foto: Istimewa

POTRETCELEBES, Donggala – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tengah menurunkan tim ke lokasi bencana banjir bandang di Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Rabu (28/5/2025).

Baca Juga: Palu Kirim Pasukan Kemanusiaan, Ratusan Relawan Bergerak ke Donggala Bantu Korban Banjir

Langkah ini dilakukan untuk melakukan pendataan dan mengidentifikasi dampak banjir terhadap fasilitas pendidikan.

Kepala BPMP Sulteng, Sinar Alam, menjelaskan bahwa tim yang diterjunkan bertugas menindaklanjuti instruksi Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Saat ini Tim BPMP sudah berada di lapangan sesuai arahan Dirjen PAUD Dasmen untuk melihat langsung kondisi sekolah. Beliau menginstruksikan BPMP Sulawesi Tengah agar segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten dan provinsi,” ujar Sinar Alam kepada potretcelebes.com, Rabu (28/5).

Tim ini akan mengidentifikasi kebutuhan mendesak sekolah terdampak, termasuk potensi kontribusi dari Direktorat Jenderal PAUD Dasmen dalam proses pemulihan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, sebanyak empat satuan pendidikan terdampak akibat bencana ini, masing-masing terdiri dari satu unit Taman Kanak-Kanak (TK), satu Sekolah Dasar Negeri (SDN), satu Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan satu Madrasah.

Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Desa Wombo Kalonggo pada Selasa (27/5) sekitar pukul 15.00 WITA. Derasnya hujan menyebabkan meluapnya aliran sungai hingga mengakibatkan banjir bandang yang menerjang permukiman warga.

Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 350 rumah warga terdampak, lima fasilitas umum termasuk jembatan dan empat sekolah rusak, serta lebih dari 100 kepala keluarga mengungsi. Dua warga dilaporkan meninggal dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *