Berita Terkini

Antusiasme Ratusan Peserta Sambut Penulis Buku Filosofi Teras, Henry Manampiring dalam Bincang Literasi di Palu

×

Antusiasme Ratusan Peserta Sambut Penulis Buku Filosofi Teras, Henry Manampiring dalam Bincang Literasi di Palu

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu — Semangat literasi menyala di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama, Palu, Sabtu (2/8/2025) lalu, dalam gelaran “Bincang Literasi dan Penerbitan” yang menghadirkan penulis buku best-seller Filosofi Teras, Henry Manampiring, dan Manajer Eksekutif Penerbit Buku Kompas, RBE Agung Nugroho.

Acara ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, pegiat literasi, hingga masyarakat umum.

Kegiatan ini menjadi wadah diskusi dan refleksi penting terkait budaya baca dan dunia penerbitan di era digital. Dalam paparannya, Henry Manampiring menekankan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sarana untuk membentuk karakter dan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi.

“Literasi adalah kemampuan berpikir jernih, memahami, dan menyaring informasi yang kita terima setiap hari. Ini pondasi ketahanan mental,” ungkap Henry di hadapan para peserta.

Senada dengan itu, RBE Agung Nugroho mengajak peserta untuk memahami dinamika industri penerbitan nasional. Ia menyoroti pentingnya menjembatani penulis muda dengan penerbit profesional serta menjaga relevansi buku di tengah perkembangan teknologi.

“Buku tetap relevan karena masyarakat membutuhkan narasi yang mendalam. Penerbit bukan hanya mencetak, tapi membangun ekosistem intelektual,” ujar Agung.

Ketua panitia, Alief Riandy B, menyebut keberhasilan acara ini sebagai hasil kerja kolektif dari berbagai pihak.

“Ini adalah keberhasilan kolaborasi kita semua—dari panitia, lembaga kemahasiswaan, hingga komunitas literasi di Kota Palu. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus menjadi ruang inspiratif bagi gerakan literasi lokal,” kata Alief.

Selain sesi dialog, acara juga diisi dengan diskusi komunitas, bazar buku oleh Gramedia, serta sesi interaktif yang mempertemukan peserta dengan narasumber.

Panitia berharap “Bincang Literasi dan Penerbitan” bisa menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperkuat jejaring komunitas literasi di Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *