Berita Terkini

Dua Perusahaan Tambang yang Ditutup Permanen Temui Kadis ESDM Sulteng, Ini Responsnya

×

Dua Perusahaan Tambang yang Ditutup Permanen Temui Kadis ESDM Sulteng, Ini Responsnya

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu — Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah, Ajen Kris, menerima kunjungan perwakilan dua perusahaan tambang, PT Bumi Alpha Mandiri dan PT Tambang Watu Kalora, dalam sebuah pertemuan yang digelar di ruang rapat Dinas ESDM, Senin (11/8/2025).

Berita Terkait: Gubernur Sulteng Hentikan Permanen Dua Perusahaan Tambang di Palu

Kedua perusahaan tersebut sebelumnya telah dinyatakan ditutup secara permanen oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Pengumuman resmi penutupan disampaikan langsung oleh Gubernur Anwar Hafid pada 10 Juni 2025, menyusul aksi demonstrasi warga terkait aktivitas tambang di wilayah Kelurahan Tipo, Kota Palu.

Dalam pertemuan itu, Kadis ESDM Ajen Kris mengaku tidak mengetahui secara rinci latar belakang aksi unjuk rasa yang berujung pada penutupan dua tambang tersebut, mengingat saat itu dirinya belum menjabat.

“Saya tidak tahu-menahu dengan demo tersebut, saya tidak mengetahui siapa yang terlibat di balik demo itu. Karena saat itu saya belum menjabat, tetapi akan kami pelajari lagi,” ujar Ajen Kris.

Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian persoalan tambang ini diperkirakan akan memakan waktu cukup panjang karena melibatkan banyak pihak.

“Tentu proses pengurusannya akan memakan waktu yang panjang, apalagi ini melibatkan orang banyak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ajen menyampaikan bahwa pihaknya berencana memfasilitasi pertemuan antara perusahaan dan masyarakat untuk mencari solusi bersama.

“Nanti ESDM akan memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak (pihak perusahaan dan masyarakat) agar menemukan solusi dari permasalahan ini. Dan bila tidak didapatkan solusinya, pindah saja dari lokasi tersebut,” ujarnya sambil berseloroh.

Sementara itu, kuasa hukum dari PT Bumi Alpha Mandiri, Muhammad Natsir Said, SH, MH, saat dimintai keterangan enggan memberikan komentar terkait kasus tersebut.

“Kalau untuk masalah ini, dari kami no komenlah,” ujarnya singkat.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng Akris Fattah, Kabid ESDM Sulteng, serta sejumlah staf penting dari lingkungan Dinas ESDM Sulawesi Tengah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *