Berita Terkini

Update Gempa Poso: 29 Korban Luka, 433 Warga Terdampak

×

Update Gempa Poso: 29 Korban Luka, 433 Warga Terdampak

Sebarkan artikel ini
Foto: BPBD Sulteng

POTRETCELEBES, Poso – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu (17/8/2025) pagi pukul 06.38 WITA. Guncangan kuat dirasakan hingga ke Kota Palu, memicu kepanikan warga dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur.

Baca Juga: Bentuk Empati, Pemkab Poso Batalkan Acara Ramah Tamah HUT RI ke-80

Berdasarkan data dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, dampak terparah terjadi di wilayah pesisir Poso, khususnya di Desa Masani.

Dampak di Desa Masani:

  • 1 unit gereja mengalami kerusakan
  • Terdapat 433 jiwa terdampak, tersebar dalam 184 kepala keluarga
  • Termasuk di antaranya: 31 lansia, 23 balita, dan 5 penyandang disabilitas

Sementara itu, sejumlah desa lain seperti Tokorondo, Towu, Pinedapa, dan Lape juga dilaporkan terdampak, namun hingga saat ini masih dalam proses pendataan.

Korban Luka-Luka

Di Desa Masani, 29 warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa. Dari jumlah tersebut:

  • 13 orang dirujuk ke RSUD Poso, 3 di antaranya menjalani perawatan intensif di ICU dan tengah dalam tindakan operasi.
  • 6 orang dirawat di Puskesmas Tokorondo.
  • 10 orang lainnya mendapatkan penanganan langsung di lokasi oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Poso.

Gempa Susulan

Hingga berita ini diturunkan, BPBD mencatat telah terjadi 15 kali gempa susulan, yang memperkuat kewaspadaan masyarakat di sekitar lokasi. Warga masih memilih bertahan di luar rumah atau di titik-titik evakuasi sementara.

Pengungsi Masih Dalam Pendataan

Jumlah pengungsi saat ini masih dalam proses verifikasi oleh tim lapangan. BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan tengah melakukan asesmen lanjutan untuk mendata kebutuhan mendesak warga dan memastikan distribusi bantuan berjalan optimal.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Poso, Terasa Hingga Palu

Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, serta mengikuti arahan dari aparat dan petugas tanggap darurat di lapangan. Pemerintah daerah juga telah membuka posko tanggap darurat untuk penanganan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *