Berita Terkini

Aksi Kampanye “Suara Perempuan” Gaungkan Isu Kesetaraan dan Tolak Kekerasan terhadap Perempuan

×

Aksi Kampanye “Suara Perempuan” Gaungkan Isu Kesetaraan dan Tolak Kekerasan terhadap Perempuan

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Berbagai organisasi eksternal kampus seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta sejumlah organisasi lainnya turut ambil bagian dalam aksi kampanye sosial bertajuk “Suara Perempuan” yang berlangsung di Taman Universitas Tadulako (Untad), Jumat (12/9/2025).

Aksi ini menjadi panggung solidaritas mahasiswa lintas organisasi dalam menyuarakan pentingnya perlindungan hak-hak perempuan serta mendorong terciptanya ruang yang setara dan aman bagi semua gender.

Ketua Panitia kegiatan, Nur Ramlah, menegaskan bahwa suara perempuan adalah bagian tak terpisahkan dari suara bangsa. Dalam orasinya, ia menekankan pentingnya penghapusan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan di berbagai ranah kehidupan.

“Perempuan memiliki hak yang sama untuk hidup aman, bermartabat, serta terbebas dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan. Suara perempuan adalah bagian penting dari suara bangsa, yang harus didengar, dihargai, dan diperjuangkan,” ujar Nur Ramlah.

Lebih lanjut, ia menyampaikan sikap tegas peserta aksi dalam menolak segala bentuk pelecehan dan penindasan terhadap perempuan, baik di ruang domestik, publik, maupun digital.

“Kami mendukung terciptanya ruang yang adil, setara, dan inklusif bagi perempuan dalam bidang pendidikan, pekerjaan, politik, ekonomi, serta budaya. Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, untuk bersama-sama menguatkan solidaritas, memperjuangkan kesetaraan, dan menjaga keberlangsungan perjuangan perempuan,” tambahnya.

Aksi damai ini juga diisi dengan pembacaan puisi, orasi budaya, serta pembagian selebaran edukatif kepada pengunjung taman. Spanduk dan poster bertuliskan pesan-pesan kesetaraan dan anti-kekerasan turut mewarnai kegiatan.

Dengan semangat kolaborasi lintas organisasi, kampanye “Suara Perempuan” menjadi bentuk nyata dari perlawanan terhadap ketidakadilan gender serta upaya menciptakan perubahan sosial yang inklusif.

“Suara Perempuan adalah suara perubahan. Suara Perempuan adalah suara kehidupan,” tutup Nur Ramlah penuh semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *