Berita Terkini

Puluhan Pemuda Gelar Aksi ‘Draw The Line’ di Palu, Tuntut Keadilan Iklim

×

Puluhan Pemuda Gelar Aksi ‘Draw The Line’ di Palu, Tuntut Keadilan Iklim

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES,Palu — Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Green Central dan Gerakan Draw The Line Sulawesi Tengah menggelar aksi solidaritas global bertajuk Draw The Line, Minggu (21/9/2025) sore, di Taman Vatulemo, Kota Palu.

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan global yang mendesak pemimpin dunia, termasuk Indonesia, untuk mengambil langkah nyata dan tegas dalam menghadapi krisis iklim, ketidakadilan, dan kekerasan yang terus meluas.

Kegiatan ini digelar bertepatan menjelang Sidang Umum PBB di New York dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim COP 30 di Brasil, sebagai bentuk tekanan dari masyarakat sipil terhadap pemerintah dan para pemangku kebijakan agar bertindak cepat dan tidak terjebak pada solusi palsu yang justru memperburuk situasi.

Menurut Departemen Analisis dan Advokasi Green Central, Poca, krisis iklim kini bukan lagi wacana global yang jauh, melainkan telah menjadi realitas yang mengetuk pintu-pintu rumah warga tanpa pandang bulu.

“Krisis ini dirasakan di ruang keluarga hingga area privat, dan yang paling terdampak justru kelompok yang kontribusinya terhadap emisi sangat kecil seperti perempuan, anak muda, lansia, disabilitas, masyarakat adat dan kelompok rentan lainnya,” ungkapnya.

Poca menyoroti bahwa penyumbang emisi terbesar justru adalah korporasi-korporasi besar yang terus mengeksploitasi hutan dan menggantungkan bisnisnya pada energi kotor seperti batu bara.

“Indonesia harus berani mengambil langkah revolusioner tanpa embel-embel solusi palsu yang masih terikat pada energi fosil dan pembangunan yang mengabaikan keberlanjutan lingkungan hidup,” tegasnya.

Aksi ini mengusung tema “Dari Krisis ke Aksi, Energi Muda untuk Iklim” dan menyuarakan enam tuntutan utama kepada pemerintah, industri, dan lembaga keuangan:

  1. Solusi dari Rakyat, Bukan Elit
  2. Pajaki Si Kaya, Pajaki Si Perusak
  3. Sistem Energi Bersih dan Berkeadilan
  4. Lindungi Rakyat, Bukan Oligarki
  5. Sahkan RUU Masyarakat Adat
  6. Pulihkan Sulteng dari Segala Jenis Pengrusakan Hutan

Gerakan ini juga menyoroti situasi di Sulawesi Tengah yang saat ini dijejali industri ekstraktif seperti tambang nikel, emas, dan perkebunan kelapa sawit.

“Ekspansi industri mengancam ruang hidup masyarakat lokal yang sebagian besar bergantung pada pertanian dan perikanan. Dibutuhkan keberanian politik dan kebijakan nyata untuk menyelamatkan ekologi Sulawesi Tengah,” tambah Poca.

“Kami sebagai orang muda menuntut para pemangku kebijakan untuk mengambil langkah secepatnya dalam merespon krisis iklim, yang tentunya bukan sekedar omong belaka tetapi sebuah aksi nyata demi keberlanjutan hidup yang bahagia bagi semua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *