Berita Terkini

PMII Sulteng Dukung Penuh Reformasi Polri

×

PMII Sulteng Dukung Penuh Reformasi Polri

Sebarkan artikel ini
Ketua PKC PMII Sulteng saat ber-orasi. Foto: Dok. Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Dukungan terhadap reformasi institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini, Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Tengah menyatakan sikap mendukung penuh upaya reformasi internal Polri sebagai langkah strategis untuk membangun kepercayaan publik.

Ketua PKC PMII Sulteng, Moh. Fhadel, menegaskan bahwa reformasi Polri tidak bisa ditunda dan harus diarahkan pada peningkatan transparansi, profesionalisme, serta pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat.

“Kami berharap Polri hadir sebagai pelindung dan pengayom yang humanis. Dengan reformasi yang berkesinambungan, Polri bisa menjadi institusi yang semakin dipercaya,” ujar Fhadel dalam keterangannya, Senin (22/9/2025).

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan, baik secara internal maupun eksternal, sebagai bagian dari agenda reformasi. Menurutnya, reformasi tak hanya menyentuh aspek kelembagaan, tetapi juga menyangkut mekanisme kerja dan kepemimpinan.

“Reformasi bukan hanya soal institusi, tetapi juga mekanisme. Bahkan jika akhirnya Kapolri harus diganti demi meningkatkan citra Polri, hal itu perlu dilakukan,” ujarnya.

Fhadel turut menyinggung data KontraS yang mencatat adanya 602 tindakan kekerasan oleh anggota Polri sepanjang Juli 2024 hingga Juni 2025. Ia menilai angka tersebut menjadi indikator serius perlunya perubahan, terutama di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Data ini menunjukkan bahwa reformasi bukan hanya wacana, tetapi kebutuhan mendesak yang harus dijawab dengan tindakan nyata,” tambahnya.

PKC PMII Sulteng berharap reformasi Polri mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat sipil, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Reformasi Polri diharapkan dapat memperkuat institusi kepolisian sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum yang adil di Indonesia,” pungkas Fhadel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *