Berita Terkini

Kamus Bergambar Bahasa Dampelas, Langkah Opick Delian Selamatkan Warisan Leluhur

×

Kamus Bergambar Bahasa Dampelas, Langkah Opick Delian Selamatkan Warisan Leluhur

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Donggala — Direktur Cendekia Society.id, Opick Delian Alindra, mengambil langkah konkret dalam upaya pelestarian bahasa daerah dengan menulis Kamus Bergambar Bahasa Dampelas. Inisiatif ini muncul sebagai bentuk keprihatinannya terhadap kondisi Bahasa Dampelas yang kini masuk dalam kategori terancam punah.

Sebagai putra asli Dampelas, Opick merasa terpanggil untuk melestarikan bahasa leluhurnya. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Bahasa Dampelas termasuk salah satu bahasa daerah yang paling kritis kondisinya di wilayah tersebut.

“Kepunahan Bahasa Dampelas adalah isu penting, khususnya bagi masyarakat Dampelas. Bahasa ini adalah bagian dari identitas budaya kami yang harus dijaga dan diwariskan. Saya menulis buku kamus ini sebagai upaya konkret untuk mencegah hilangnya bahasa ini,” ujar Opick.

Sebagai bagian dari langkah penyebaran buku tersebut, Opick telah bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Donggala, H. Kasmuddin, pada Senin (21/4/2025). Dalam pertemuan itu, Kasmuddin menyampaikan dukungannya untuk mendistribusikan Kamus Bergambar Bahasa Dampelas ke seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Donggala.

“Saya suka buku ini, ini yang saya tunggu-tunggu dari anak muda Donggala. Buku ini harus dimiliki oleh sekolah-sekolah di Kabupaten Donggala, mulai dari TK hingga tingkat SMP,” tegasnya penuh semangat.

Kasmuddin juga memberikan apresiasi atas inisiatif serta kreativitas yang ditunjukkan Opick, yang dinilainya sebagai contoh nyata kontribusi generasi muda dalam pelestarian budaya lokal.

Kamus bergambar ini diharapkan menjadi media pembelajaran yang menarik sekaligus efektif untuk memperkenalkan kembali Bahasa Dampelas kepada generasi muda, serta menjadi pijakan penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah arus globalisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *