Berita Terkini

Kecelakaan Kerja Kembali Terjadi di IMIP, WALHI Sulteng Desak Pemerintah Bertindak Tegas

×

Kecelakaan Kerja Kembali Terjadi di IMIP, WALHI Sulteng Desak Pemerintah Bertindak Tegas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Kecelakaan tambang. (Foto file - Anadolu Agency)

POTRETCELEBES, Morowali — Kecelakaan kerja kembali merenggut nyawa di kawasan industri nikel Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Seorang pekerja bernama Yansen, operator Dump Truck (DT) ore nikel di perusahaan Zhongxiang Telecommunication Equipment (ZTE), dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik saat melakukan pembersihan unit kerja pada Rabu, 15 Mei 2025.

Peristiwa tragis ini dikonfirmasi oleh Serikat Buruh Industri Pertambangan Energi (SBIPE), yang menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi saat Yansen sedang bertugas di area kerja milik salah satu tenant di bawah naungan IMIP.

Menanggapi kejadian ini, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Tengah menyampaikan kecaman keras terhadap lemahnya sistem perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kawasan industri tersebut. Menurut WALHI Sulteng, kecelakaan yang terus berulang menjadi indikasi kelalaian sistemik yang belum ditangani secara serius oleh pemerintah.

“Kecelakaan kerja di kawasan industri nikel harus menjadi prioritas penindakan bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Jangan buruh terus menjadi korban dari ambisi investasi ini,” tegas Wandi, Manajer Kampanye WALHI Sulawesi Tengah, dalam pernyataan resminya.

WALHI menilai bahwa selama tidak ada evaluasi mendalam dan penegakan sanksi tegas terhadap perusahaan yang terbukti lalai, insiden serupa akan terus terjadi dan menelan korban jiwa.

Merespons insiden ini, WALHI Sulawesi Tengah mendesak pemerintah untuk segera bertindak. Mereka menyerukan:

  1. Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem K3 di seluruh kawasan industri nikel, khususnya di wilayah Morowali dan Morowali Utara.
  2. Gubernur Sulawesi Tengah mengambil langkah tegas terhadap perusahaan-perusahaan di bawah naungan IMIP yang tercatat sebagai penyumbang terbesar kecelakaan kerja di kawasan tersebut.

WALHI Sulteng menegaskan bahwa keselamatan dan perlindungan pekerja adalah tanggung jawab negara yang tidak dapat dikompromikan. “Investasi tidak boleh dibayar dengan nyawa buruh,” pungkas Wandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *