Berita Terkini

Ahmad Ali Kritik Keras Seleksi Akpol Sulteng: Bukan Putra Asli Daerah!

×

Ahmad Ali Kritik Keras Seleksi Akpol Sulteng: Bukan Putra Asli Daerah!

Sebarkan artikel ini
Calon Gubernur Sulteng, Ahmad Ali, saat menghadiri deklarasi simpul relawan AA dan AKA. Aset: potretcelebes.com/Sukri

POTRETCELEBES, Palu — Politisi nasional asal Sulawesi Tengah, Ahmad HM Ali, melontarkan kritik tajam terhadap hasil seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2025 di tingkat Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah. Menurutnya, sebagian dari 11 peserta yang dinyatakan lolos ke tahap pemeriksaan kesehatan tahap dua, bukanlah putra-putri asli daerah.

Baca Juga: Polda Sulteng Bantah Isu Tak Ada Putra Daerah Lolos Seleksi Akpol

“Kuota Akpol untuk Sulawesi Tengah seharusnya diperuntukkan bagi anak-anak yang benar-benar lahir dan besar di Sulteng, bukan untuk peserta dari luar daerah yang hanya memanfaatkan surat domisili,” ujar Ahmad kepada jurnalis, Jumat (30/5/2025).

Mantan Anggota DPR RI dua periode itu menilai lemahnya pengawasan dan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keadilan seleksi bagi putra daerah menjadi persoalan utama. Ia menegaskan bahwa surat domisili dua tahun, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri, sering disalahgunakan.

“Peraturan itu dibuat untuk memberi peluang kepada anak-anak daerah. Tapi kalau surat domisili bisa didapatkan dengan mudah tanpa verifikasi ketat, maka esensi aturan itu hilang,” tandas Ahmad.

Ia juga mencurigai banyaknya peserta dari luar daerah yang berhasil lolos seleksi karena memanfaatkan surat domisili secara instan. Oleh karena itu, ia meminta agar ke depan proses pemberian surat domisili dilakukan secara selektif dan ketat.

“Verifikasi harus mendalam. Jangan hanya karena surat sudah ada, langsung dianggap sah. Harus dibuktikan mereka benar-benar tinggal dan beraktivitas di Sulteng,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Polda Sulawesi Tengah melalui Kasubbid Penmas AKBP Sugeng Lestari memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa dari 11 peserta yang lolos seleksi untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan tahap dua, enam di antaranya merupakan kelahiran Sulteng.

“Enam peserta lahir di Palu dan satu di Luwuk, Banggai. Mereka juga besar dan tumbuh di Sulteng,” ujar Sugeng di Palu, Jumat (30/5/2025).

Ia menjelaskan, memang terdapat peserta yang lahir di luar Sulteng, namun orang tua mereka pernah atau sedang bertugas di provinsi tersebut. Selain itu, para peserta tersebut telah dipersiapkan sejak lama dan menunjukkan performa nilai yang baik di setiap tahapan seleksi.

Menurut Sugeng, pemilihan peserta dilakukan berdasarkan kuota yang ditetapkan panitia pusat serta mengacu pada norma-norma kelulusan yang berlaku secara nasional.

“Peserta yang tidak memenuhi kategori nilai dalam pemeriksaan kesehatan, tes antropometri, atau psikologi, otomatis dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS),” tutupnya.

Kegiatan seleksi ini sebelumnya digelar dalam sidang penentuan di Auditorium Universitas Tadulako Palu pada Rabu, 28 Mei 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *