Berita Terkini

Pemuda Parimo Beri Ultimatum 3×24 Jam ke Gubernur: Tutup PETI atau Hadapi Demo Besar!

×

Pemuda Parimo Beri Ultimatum 3×24 Jam ke Gubernur: Tutup PETI atau Hadapi Demo Besar!

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Forum Pemuda Parigi Moutong (FPPM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada Rabu (5/6/2025), menuntut penutupan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berlangsung di Desa Karya Mandiri, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong.

Baca Juga: Tegas! Gubernur Sulteng Perintahkan Bupati Parimo Berantas Tambang Ilegal

Dalam aksinya, massa mendesak Gubernur Sulawesi Tengah untuk segera mengambil tindakan konkret terhadap aktivitas PETI yang dinilai merusak lingkungan dan terus berlangsung meski telah dilaporkan ke pihak berwenang.

“Aksi ini lahir dari keresahan kami. Kami sudah melaporkan aktivitas PETI ini ke Polda Sulteng, tapi sampai hari ini tidak ada tindakan. Bahkan alat berat yang digunakan terus bertambah,” ujar Taslim, salah satu orator aksi.

Taslim menuding aparat kepolisian, baik di tingkat Polda Sulteng maupun Polres Parigi Moutong, melakukan pembiaran terhadap aktivitas tambang ilegal tersebut. Oleh karena itu, FPPM meminta Gubernur untuk tidak sekadar berkomitmen secara lisan, namun menunjukkan sikap tegas melalui tindakan nyata.

“Kami sebagai pemuda Parimo berharap Gubernur segera menutup PETI di Desa Karya Mandiri. Kalau dalam waktu tiga kali 24 jam tidak ada tindakan, kami akan datang kembali dengan massa yang lebih besar,” tegasnya.

Massa aksi diterima oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulteng, Rudi Dewanto, yang mewakili Gubernur Anwar Hafid.

“Saya hadir mewakili Gubernur yang saat ini sedang mendampingi Menteri di Kabupaten Sigi. Silakan serahkan bukti konkret kepada kami, akan kami teruskan ke Gubernur,” kata Rudi.

Ia menegaskan, Pemprov Sulawesi Tengah tetap berkomitmen menanggapi isu tambang ilegal secara serius. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran perwakilan dari Biro Hukum serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam pertemuan tersebut.

“Pak Gubernur juga telah menyampaikan dalam kesempatan usai pelantikan Bupati Parimo agar persoalan PETI segera dituntaskan. Ini menunjukkan komitmen beliau sangat jelas,” tutup Rudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *