Berita Terkini

Wamendikdasmen Tinjau Sekolah Terdampak Banjir Bandang di Donggala, Janjikan Pemulihan Cepat

×

Wamendikdasmen Tinjau Sekolah Terdampak Banjir Bandang di Donggala, Janjikan Pemulihan Cepat

Sebarkan artikel ini
Wamendikdasmen, Prof. Atip Latipulhayat, meninjau langsung sejumlah satuan pendidikan yang terdampak banjir bandang di Desa Wombo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Foto: potretcelebes.com/Sukri

POTRETCELEBES, Donggala — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, meninjau langsung sejumlah satuan pendidikan yang terdampak banjir bandang di Desa Wombo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Kamis pagi (12/6/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk respon cepat atas bencana alam yang melanda wilayah tersebut dan mengganggu aktivitas pendidikan.

Prof. Atip didampingi sejumlah pejabat tinggi Kementerian, Bupati Donggala Vera Laruni, Kepala Dinas Pendidikan Sulteng Yudiawati, Kepala BPMP Sulteng Sinar Alam, serta pihak terkait lainnya.

Tiga sekolah yang menjadi fokus peninjauan yakni SD Negeri 10 Wombo, TK Karya Thayibah Wombo, dan SMP Negeri 2 Wombo.

“Untuk bencana ini perlu penanganan segera. Jangan sampai siswa-siswi kita mengalami hambatan dalam belajar. Hari ini kami akan memberikan tanggap darurat agar proses belajar-mengajar tetap bisa berjalan,” ujar Prof. Atip di sela-sela kunjungannya.

Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Selasa (26/5/2025) menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah dan mengganggu kegiatan pembelajaran sejak beberapa hari terakhir.

Bupati Donggala, Vera Laruni, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah pusat di tengah kondisi darurat yang dialami masyarakat.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat, ini merupakan suatu kehormatan bagi kami atas kepedulian dari pemerintah pusat, khususnya di Desa Wombo,” kata Vera.

Ia menambahkan bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan yang tidak boleh terhenti meski dalam kondisi bencana.

“Kami percaya bahwa pendidikan bukan sekadar ruang dan bangku sekolah, tapi tentang masa depan generasi kita,” ujarnya.

Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk segera memulihkan sarana pendidikan di wilayah terdampak, termasuk menyediakan alternatif pembelajaran sementara bagi siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *