Berita Terkini

Kemendikdasmen Akan Revitalisasi Sekolah Terdampak Banjir di Donggala

×

Kemendikdasmen Akan Revitalisasi Sekolah Terdampak Banjir di Donggala

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok potretcelebes.com/Sukri

POTRETCELEBES, Donggala – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan akan melakukan revitalisasi terhadap sejumlah satuan pendidikan yang terdampak banjir bandang di Desa Wombo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.

Hal tersebut disampaikan langsung Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, saat meninjau satuan pendidikan di lokasi terdampak banjir pada Kamis (12/6/2025) pagi.

Dalam kunjungannya, Wamendikdasmen menekankan pentingnya penanganan cepat guna memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan tanpa hambatan.

“Untuk bencana ini perlu penanganan segera. Jangan sampai siswa-siswi kita mengalami hambatan belajar. Jadi, mungkin hari ini juga kita akan memberikan tanggap darurat agar proses belajar mengajar tetap bisa berjalan,” ujar Atip.

Ia menambahkan, pemerintah tidak akan menunda-nunda proses revitalisasi. Ia meminta dinas pendidikan di tingkat kabupaten hingga provinsi segera mengumpulkan dan menyampaikan data terkait kerusakan sarana pendidikan di wilayah terdampak.

“Pemerintah tidak perlu basa-basi lagi karena harus bergerak cepat. Revitalisasi itu harus dilaksanakan mulai tahun ini. Saya mohon kepada kepala dinas di kabupaten dan dikoordinasikan dengan kepala dinas provinsi untuk segera memberikan data lengkap terkait sarana pendidikan yang akan direvitalisasi,” tegasnya.

Menurut data dari BPBD, terdapat tiga satuan pendidikan yang terdampak banjir bandang di Desa Wombo, yaitu SDN 10 Wombo, TK Karya Thayibah Wombo, dan SMPN 2 Wombo.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah ruang kelas di sekolah-sekolah tersebut mengalami kerusakan parah dan tidak layak digunakan, termasuk dalam kategori rusak berat. Selain itu, terdapat pula ruang kelas yang masuk dalam kategori rusak sedang dan ringan.

Kementerian akan membagi prioritas revitalisasi berdasarkan tingkat kerusakan: rusak berat, sedang, dan ringan. Seluruh sarana pendidikan yang terdampak akan mendapatkan perhatian dalam proses revitalisasi tersebut.

Kementerian juga menargetkan revitalisasi terhadap 10.440 satuan pendidikan di seluruh Indonesia mulai tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *