Berita Terkini

Tolitoli Raih Peringkat Terbaik Ketiga dalam Aksi Konvergensi Penurunan Stunting 2025

×

Tolitoli Raih Peringkat Terbaik Ketiga dalam Aksi Konvergensi Penurunan Stunting 2025

Sebarkan artikel ini
Bupati Tolitoli saat menerima penghargaan dari Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tolitoli kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat terbaik ketiga dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi tahun 2025 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Rp912 Juta Menguap! Oknum Kades dan Bendahara di Tolitoli Diduga Beli Aset Pribadi Pakai Dana Desa

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, didampingi Ketua TP PKK Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan, kepada Bupati Tolitoli, Amran Hi. Yahya, berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Sulawesi Tengah, Senin (30/6/2025).

Pemkab Tolitoli berhasil meraih skor nilai 108 poin, menempatkannya di posisi ketiga Adapun posisi pertama ditempati oleh Kabupaten Poso dengan skor 113 poin, posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Parigi Moutong dengan skor nilai 110 poin, posisi ke empat ditempati Kabupaten Tojo Una-una dengan skor 105 poin. Sementara itu, posisi kelima dan keenam masing-masing diraih oleh Kabupaten Morowali (103 poin), Kota Palu (102 poin).

Keberhasilan Tolitoli tidak lepas dari inovasi program yang dijalankan pemerintah daerah, salah satunya pemanfaatan tulang ikan bandeng sebagai bahan pangan alternatif kaya kalsium dan protein.

Inovasi ini dijadikan cemilan sehat bagi ibu hamil dan anak-anak yang mengalami stunting. Upaya ini dinilai efektif dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Menurut data yang disampaikan dalam surat keputusan gubernur Sulawesi Tengah terkait Penilaian kinerja 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting kabupaten/kota se Sulawesi Tengah, prevalensi stunting di daerah Tolitoli mengalami penurunan sebesar 2 persen, dari 29,0 persen pada tahun 2023 menjadi 27,0 persen pada tahun 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *