Berita Terkini

250 Siswa Siap Ikuti Sekolah Rakyat Tadulako Nambaso di Sulteng

×

250 Siswa Siap Ikuti Sekolah Rakyat Tadulako Nambaso di Sulteng

Sebarkan artikel ini
Siswa Siswi Sekolah Rakyat Tadulako Nambaso saat mengikuti sosialisasi di BPSDM Sulteng. Foto: Dok PPID Pemprov Sulteng/Ahyain

POTRETCELEBES, Palu – Sebanyak 250 siswa dari keluarga kurang mampu di Sulawesi Tengah dipastikan siap mengikuti program Sekolah Rakyat Tadulako Nambaso. Program ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem berbasis pendidikan sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat di Palu Dimulai Tahun Ini, Lahan 8 Hektare Sudah Dibersihkan

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Sitty Hasbia N. Zaenong, kepada awak media usai sosialisasi program kepada orang tua/wali murid, Senin (14/7/2025) di BPSDM Sulteng.

“Hari ini kita lakukan sosialisasi Sekolah Rakyat kepada orang tua siswa. Namanya Sekolah Rakyat Tadulako Nambaso, ini adalah program pemerintah yang sejalan dengan visi Gubernur Sulteng, yaitu Berani Cerdas,” ujar Kadis Sosial.

Menurut Hasbia, dari total 250 siswa, sebanyak 200 akan menempuh pendidikan di BPSDM Provinsi, sementara 50 siswa lainnya akan belajar di Sentra Nipotowe milik Kementerian Sosial di Palu.

“Di BPSDM, kita punya delapan rombongan belajar (rombel). Untuk tingkat SMP ada 3 rombel dengan 75 siswa, dan tingkat SMA ada 125 siswa. Sedangkan 50 siswa lainnya di Sentra Nipotowe semuanya jenjang SMP,” jelasnya.

Para siswa direkrut secara selektif berdasarkan data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya pada desil satu dan dua, yaitu kategori keluarga miskin ekstrem.

“Tidak ada titipan. Semuanya murni berdasarkan data sosial ekonomi nasional,” tegasnya.

Baca Juga: Kopiah dan Baju Putih Jadi Identitas Baru ASN Sulteng di Hari Jumat

Dinas Sosial bertanggung jawab dalam perekrutan siswa, sementara kurikulum disusun oleh Kemendikdasmen. Dua kabupaten lain yakni Buol dan Tojo Una-Una disebut tengah dalam proses persiapan untuk bergabung dalam program ini.

“Yang sudah betul-betul siap saat ini baru tingkat provinsi. Buol dan Touna masih berproses,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sulawesi Tengah, Fahruddin Yambas mengatakan. “Sambil menunggu pembangunan gedung yang direncanakan pemerintah pusat di area hutan kota, sementara ini kita akan meminjam beberapa bagian yang saat ini sudah direnovasi di BPSDM Sulteng,” ujar Asisten I.

“Alhmdulillah BPSDM sudah mendukung, tinggal menunggu waktu masuk akhir Juli nanti,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *