Berita Terkini

Asap Cair Jadi Inovasi Pengawetan Ikan, Mahasiswa UWN Palu Sabet Pendanaan Nasional

×

Asap Cair Jadi Inovasi Pengawetan Ikan, Mahasiswa UWN Palu Sabet Pendanaan Nasional

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu — Tim mahasiswa Universitas Widya Nusantara (UWN) Palu berhasil meraih pendanaan dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (KemdiktiSaintek) Republik Indonesia.

Baca Juga: Gempa Poso Sebabkan 96 Kali Gempa Susulan, Empat Luka, Ribuan Mengungsi

Melalui program ini, para mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan solusi nyata terhadap persoalan sosial berbasis pendekatan ilmiah dan pemberdayaan masyarakat.

Tim yang diketuai oleh Ibrahim Huntala, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, bersama dua anggota lainnya, Rahmadani dan Gibran, sukses mengusung program berjudul “Pemberdayaan Ibu PKK Kelurahan Boneoge Melalui Implementasi Asap Cair sebagai Inovasi Pengawetan Ikan untuk Mendukung Perekonomian Masyarakat Maritim”.

Inovasi ini berhasil menarik perhatian tim reviewer nasional dan memperoleh pendanaan sebesar Rp 7.250.000.

Dalam pelaksanaannya, tim dibimbing oleh dosen pendamping Maharani Farah Dhifa Dg., M.Si., Apt., yang memberikan penguatan dalam aspek akademik dan metodologis program.

Baca Juga: PKM-PM UWN Palu Didanai KemdiktiSaintek, Latih Warga Loru Kelola Jagung Tanpa Limbah

Solusi Inovatif untuk Masalah Pengawetan Ikan

Kelurahan Boneoge, yang terletak di Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, menjadi lokasi utama pelaksanaan program. Daerah pesisir ini dikenal dengan hasil laut dan produksi kelapa yang melimpah. Namun, masyarakat setempat selama ini masih mengandalkan es batu sebagai metode utama pengawetan ikan, yang dinilai kurang efektif dan tidak tahan lama, terutama saat distribusi keluar daerah.

Melalui program PKM-PM ini, tim mahasiswa memperkenalkan inovasi asap cair (Ascar) sebagai solusi pengawetan alami dan ramah lingkungan. Asap cair ini dihasilkan dari proses pirolisis tempurung kelapa, yang mengandung senyawa antimikroba dan antioksidan alami.

“Kami melihat ada dua potensi besar yang belum tergarap optimal, yaitu hasil laut dan limbah kelapa. Dengan teknologi sederhana, masyarakat bisa mengolah limbah tempurung menjadi asap cair yang bisa langsung digunakan untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan,” jelas Ibrahim Huntala.

Pelatihan, Teknologi, dan Pemberdayaan Masyarakat

Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga mencakup pembuatan alat pirolisator dan destilator, penyusunan buku panduan mitra, pelatihan penggunaan alat, hingga pendampingan pembuatan produk. Kelompok ibu-ibu PKK Kelurahan Boneoge dilibatkan secara aktif sebagai mitra utama, guna memastikan kesinambungan program serta mendorong peningkatan kapasitas ekonomi rumah tangga.

Dosen pendamping Maharani Farah Dhifa Dg., M.Si., Apt., menilai program ini sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam pembangunan masyarakat.

“Keberhasilan tim ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjadi agen perubahan. Dengan pendekatan partisipatif dan teknologi tepat guna, kami optimis program ini akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Empat Bulan Pelaksanaan dan Cakupan Luaran Program

Program ini akan berlangsung selama empat bulan, yang mencakup tahap persiapan, sosialisasi, pembuatan dan uji coba alat, pelatihan mitra, serta monitoring dan evaluasi. Hasil dari program ini akan diwujudkan dalam bentuk laporan kemajuan, laporan akhir, media edukasi digital, dan kanal informasi di media sosial untuk dokumentasi serta diseminasi pengetahuan.

Secara keseluruhan, program ini sejalan dengan tema besar PKM 2025, yaitu “Pemerataan Ekonomi, Penguatan UMKM, dan Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN)”. Tim berharap, pendekatan berbasis potensi lokal ini dapat menjadi model percontohan pengembangan usaha berbasis sumber daya daerah di kawasan pesisir.

Dengan lolosnya program ini, Universitas Widya Nusantara Palu kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga responsif terhadap persoalan sosial dan mampu menciptakan inovasi yang berdampak nyata.

Universitas Widya Nusantara Palu merupakan salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Sulawesi Tengah yang berkomitmen melahirkan lulusan berkompetensi tinggi, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial. Kampus ini aktif mendukung kegiatan pengabdian masyarakat dan kreativitas mahasiswa sebagai bagian dari misi untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pembangunan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *