Berita Terkini

Basarnas Palu Selamatkan Enam Pendaki di Gunung Nokilalaki yang Alami Cedera dan Kelelahan

×

Basarnas Palu Selamatkan Enam Pendaki di Gunung Nokilalaki yang Alami Cedera dan Kelelahan

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Basarnas Palu

POTRETCELEBES, Palu – Enam pendaki yang mengalami kesulitan saat menuruni Gunung Nokilalaki di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan pada Senin pagi (4/8). Proses evakuasi melibatkan personel Basarnas Palu, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Informasi awal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu pada Minggu malam (3/8) pukul 22.55 WITA dari seorang rekan pendaki bernama Andre. Ia melaporkan bahwa salah satu anggota kelompok mengalami kelelahan dan cedera kaki saat berada di jalur antara Pos 3 menuju Pos 1, sehingga seluruh rombongan tidak dapat melanjutkan perjalanan turun.

Keenam pendaki yang dievakuasi tersebut adalah:

  • Dandi Saputra (27)
  • Rahmat Hutama Putra (33)
  • Michael M. Tawiwi (38)
  • Nugraha Putra (27)
  • Chandra Umboh (27)
  • Mufli (28)

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue Basarnas Palu segera diberangkatkan ke lokasi kejadian pada pukul 23.00 WITA dengan menggunakan truk personel dan motor trail, serta membawa peralatan SAR. Setelah menempuh perjalanan selama dua jam dan berkoordinasi dengan masyarakat setempat, tim langsung menuju jalur pendakian Gunung Nokilalaki.

Sekitar pukul 07.35 WITA, tim SAR berhasil menemukan para pendaki dan memberikan penanganan medis awal. Seluruh korban kemudian dievakuasi dengan aman ke bawah dan diserahkan langsung kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak dalam operasi penyelamatan tersebut.

“Alhamdulillah, keenam korban berhasil dievakuasi dan sudah kami serahkan kepada pihak keluarga. Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, baik dari tim rescue Basarnas Palu, keluarga korban, maupun masyarakat setempat yang turut membantu proses evakuasi ini,” ujar Rizal.

Operasi ini kembali menegaskan pentingnya koordinasi cepat dan responsif dalam menghadapi kondisi darurat di medan alam terbuka seperti gunung. Pihak Basarnas Palu juga mengimbau para pendaki untuk selalu memperhatikan kesiapan fisik dan perlengkapan sebelum memulai pendakian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *