Berita Terkini

Syarifudin Hafid Dukung Pemprov Sulteng Bentuk Satgas Percepatan Pengentasan Kemiskinan

×

Syarifudin Hafid Dukung Pemprov Sulteng Bentuk Satgas Percepatan Pengentasan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Tengah, Syarifudin Hafid. Foto: Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Tengah, Syarifudin Hafid mendukung gagasan pembentukan Satuan Tugas (Satgas Percepatan Pengentasan Kemiskinan Sulawesi Tengah), hal ini didasari pada isu dan respon masyarakat dari penyampaian data terbaru yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Saya sangat mendorong Pemrov Sulteng supaya sesegera mungkin membentuk Satgas Pengentasan Kemiskinan Sulteng, ini adalah tawaran yang maju, pengentasan kemiskinan harus diseriusi dengan tindakan yang konkrit” tegasnya.

Jumlah penduduk miskin di Sulawesi Tengah berangsur mengalami penurunan. Hal tersebut berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng

Dalam laporan tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase jumlah penduduk miskin Sulawesi Tengah pada Maret 2025 dengan jumlah 10,92 persen atau setara 356,19 ribu jiwa, turun 0,12 poin persentase dibanding September 2024 lalu.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan penurunan ini terjadi di wilayah perkotaan dari 7,34 persen menjadi 6,98 persen, namun disisi lainnya, di perdesaan justru persentase penduduk miskin naik tipis dari 12,90 persen menjadi 12,93 persen.

Sebelumnya di Maret 2025 turun menjadi 379,76 ribu orang. Berkurang 15,90 ribu orang, dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 395,66 ribu orang. 

Yang kemudian hal ini mendapat respon dari berbagai pihak, salah satunya dari kelompok Mahasiswa, Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND Sulteng) mengutarakan bahwa

“Kedalaman dan keparahan kemiskinan justru meningkat. Artinya, meski jumlah penduduk miskin berkurang, beban rumah tangga miskin semakin berat,” ujar Azis Ketua LMND Sulteng,Kamis (14/8).

Sebelumnya juga Data Dinas Sosial Sulawesi Tengah menyebutkan per Desember 2024, jumlah penduduk miskin Sulteng menunjukkan 1.633.552 jiwa masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Jumlah ini jauh lebih besar dibanding data kemiskinan BPS. Kabupaten dengan penerima DTKS terbanyak adalah Parigi Moutong (278.668 jiwa), Donggala (165.007 jiwa), dan Banggai (161.573 jiwa).

“Dengan keluarnya data jumlah penduduk miskin di Sulteng, maka sudah sepatutnya ini direspon secara bijak oleh pemerintah Sulteng, ini tentu sangat sinkron dengan sembilan pilar utama pembangunan prioritas Pemerintahan Berani (Bersama Anwar Reny) saat ini, yakni Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Sejahtera, Berani Lancar, Berani Menyala, Berani Makmur, Berani Berkah, Berani Harmoni, dan Berani Berintegritas.” Terang Syarifudin.

Syarifudin juga mengapresiasi gagasan ide yang diutarakan masyarakat melalui kritik, juga ia telah berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam mendorong inisiatif pembentukan Satgas Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Sulteng, yang kemudian di latar belakangi oleh Instruksi Presiden (Inpres) Prabowo Subianto No 8 Tahun 2025, Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim. Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *