Berita Terkini

Demo Mahasiswa di Palu Ricuh: Massa Bentrok dengan Aparat, Pagar DPRD Sulteng Roboh

×

Demo Mahasiswa di Palu Ricuh: Massa Bentrok dengan Aparat, Pagar DPRD Sulteng Roboh

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa saat membongkar pagar DPRD Sulteng. Foto: Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Aksi unjuk rasa yang digelar ratusan mahasiswa dan masyarakat di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, berlangsung ricuh, Senin (25/8/2035).

Massa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Kota Palu Menggugat sempat mencoba menerobos masuk ke gedung dewan, mengakibatkan delapan pagar roboh.

Aksi dimulai sekitar pukul 11.30 WITA di Jalan Samratulangi, tepat di depan kantor DPRD Sulteng. Ketegangan memuncak sekitar pukul 15.00 WITA saat massa mulai mendorong pagar dan menerobos barikade aparat keamanan.

Polisi sempat membalas dengan tembakan air dari water cannon untuk membubarkan massa. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan, kerusakan terjadi pada pagar gedung DPRD yang roboh di beberapa titik.

Hingga sore hari, massa masih memadati halaman DPRD Sulteng sembari menyuarakan berbagai tuntutan.

Mereka membawa satu isu sentral, yakni Evaluasi Kebijakan Kontroversial Pemerintah. Aksi ini juga menyoroti sejumlah isu lokal dan nasional yang dinilai merugikan masyarakat.

Tuntutan Daerah:

  1. Pembatalan kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)
  2. Evaluasi pajak 10 persen untuk warung makanan kecil

Tuntutan Nasional dan Turunan:

  1. Penolakan terhadap RKUHP
  2. Pembubaran DPR RI
  3. Evaluasi seluruh izin tambang di Sulteng
  4. Evaluasi alih fungsi lahan menjadi wilayah pertambangan
  5. Pengesahan RUU Perampasan Aset
  6. Penolakan terhadap penulisan ulang sejarah Indonesia
  7. Realisasi janji 19 juta lapangan pekerjaan
  8. Jaminan sosial bagi perempuan dan anak
  9. Kenaikan gaji buruh
  10. Evaluasi program MBG (Makan Bergizi Gratis)

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang berjaga di sekitar gedung dewan sejak pagi hari. Hingga berita ini diturunkan, sebagian massa masih bertahan di lokasi sambil menyuarakan tuntutan mereka melalui orasi dan spanduk protes.

Pihak DPRD Sulteng belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *