Berita Terkini

Mahasiswa UWN Palu Ajak Siswa SD Kurangi Gadget Lewat Permainan Tradisional

×

Mahasiswa UWN Palu Ajak Siswa SD Kurangi Gadget Lewat Permainan Tradisional

Sebarkan artikel ini
Foto: Aulya Nurohmi Amier

POTRETCELEBES, Palu – Dalam rangka program pengabdian masyarakat, mahasiswa baru Universitas Widya Nusantara (UWN) Palu melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Main Asyik, Tanpa Gadget” di SD Negeri Inpres Tondo, Selasa, (26/8/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 4, dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai efek negatif penggunaan gadget berlebihan, khususnya terkait bahaya radiasi gadget bagi anak-anak.

Ketua panitia, St. Aulya Nurohmi Amier menyampaikan pentingnya penggunaan gadget secara bijak di era digital.

“Anak-anak saat ini sangat akrab dengan gadget. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memberikan pengetahuan tentang dampak radiasi gadget terhadap kesehatan serta mengajak siswa lebih banyak bermain aktif di luar ruangan,” jelas St. Aulya.

Dalam sosialisasi ini, mahasiswa UWN memperkenalkan apa itu radiasi gadget, dampak negatif bagi kesehatan seperti gangguan tidur, kelelahan mata, hingga risiko menurunnya interaksi sosial.

Selain paparan materi, para mahasiswa juga mengadakan berbagai games seru yang bertujuan melatih tingkat fokus dan daya ingat anak-anak, seperti permainan ‘Buka Tutup’ dan ‘Tebak Nama’. Permainan ini tidak hanya menghibur, namun juga melatih konsentrasi, daya tangkap, serta memupuk kerjasama tim pada anak-anak.

Tak hanya itu, mereka juga memperkenalkan permainan tradisional seperti lompat tali, petak umpet, dan congklak, agar anak-anak semakin gemar bermain tanpa mengandalkan gadget.

Siswa-siswi kelas 4 tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Materi dan games disampaikan dengan metode interaktif, membuat siswa aktif bertanya dan termotivasi.

Menurut salah satu orang tua siswa Negeri Inti Tondo, kegiatan ini sangat bermanfaat. “Anak-anak jadi tahu pentingnya membatasi waktu penggunaan gadget dan semakin semangat mencoba permainan yang baik bagi perkembangan otak dan kesehatan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan,” ujarnya.

Kegiatan “Main Asyik, Tanpa Gadget” ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran anak-anak untuk lebih aktif bergerak, meningkatkan daya fokus dan ingat, serta mengurangi ketergantungan pada gadget demi kesehatan fisik dan mental yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *