Berita TerkiniEkonomi & Bisnis

Dukung Ekonomi Pesisir, UWN Palu Latih Ibu Nelayan Kelola dan Pasarkan Produk Ikan

×

Dukung Ekonomi Pesisir, UWN Palu Latih Ibu Nelayan Kelola dan Pasarkan Produk Ikan

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Palu – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Widya Nusantara (UWN) Palu menggelar kegiatan sosialisasi manajemen pemasaran produk olahan ikan kepada kelompok wanita nelayan di Kelurahan Boneoge, Kota Palu.

Kegiatan yang berlangsung pada bulan Agustus 2025 ini merupakan bagian dari program “Pengembangan Ekonomi Wanita Nelayan melalui Inovasi Produk Olahan Ikan dalam Upaya Menciptakan Kemandirian Ekonomi di Kelurahan Boneoge”.

Sosialisasi ini dipimpin Rahmat Yanuary bersama tim dosen yang terdiri dari Nuristha Febrianti dan Wendi Muhammad Fadhil. Kegiatan dihadiri oleh puluhan ibu-ibu anggota kelompok wanita nelayan yang antusias mempelajari strategi pemasaran produk hasil olahan ikan mereka.

Dalam pemaparannya, tim dosen menjelaskan berbagai materi penting termasuk revenue streams (berbagai macam produk yang dijual), strategi penetapan harga produk olahan ikan, teknik pemasaran untuk produk lokal, manajemen keuangan usaha mikro, serta cara menjangkau pasar yang lebih luas.

“Dengan diversifikasi produk seperti abon, dan Sambal Ikan Tuna para ibu dapat meningkatkan nilai jual hasil tangkapan suami mereka,” jelas salah satu narasumber.

Salah satu peserta sosialisasi menyampaikan apresiasinya, “Program ini sangat membantu kami dalam memahami bagaimana cara memasarkan produk kami dengan lebih baik. Selama ini kami hanya menjual dalam bentuk mentah, sekarang kami belajar mengolah dan memasarkan dengan strategi yang tepat.”

Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan yaitu Hijrah Milhusnah Idrus dan Faradillah yang berperan sebagai asisten penyelenggara. Keduanya aktif membantu proses sosialisasi dan pendampingan kepada para peserta.

Program PKM yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat ini berlangsung selama delapan bulan sejak Juli 2025. Selain sosialisasi manajemen pemasaran, program ini juga mencakup pelatihan keterampilan pengolahan hasil laut, pendampingan pengemasan produk, serta pembentukan kelompok usaha perempuan nelayan yang mandiri dan berkelanjutan.

Wendi Muhammad Fadhil selaku ketua tim menyampaikan harapannya agar melalui program ini, perempuan nelayan di Boneoge dapat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memberdayakan potensi lokal yang ada.

“Kami berkomitmen untuk mendampingi kelompok wanita nelayan ini hingga mereka benar-benar mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Dengan pendekatan partisipatif yang menyesuaikan potensi lokal Boneoge, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya perempuan nelayan, serta menjadi contoh praktik baik pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *