Berita Terkini

Taslim Desak Kapolda Sulteng Baru Perkuat Penegakan Hukum PETI di Parimo

×

Taslim Desak Kapolda Sulteng Baru Perkuat Penegakan Hukum PETI di Parimo

Sebarkan artikel ini
Aktivis Parimo, Taslim. Foto: Dok Istimewa

POTRETCELEBES, Parimo — Pergantian Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah membawa harapan baru bagi masyarakat Parigi Moutong (Parimo), khususnya terkait lemahnya penegakan hukum terhadap aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang hingga kini masih marak di wilayah tersebut.

Baca Juga: Irjen Pol Endi Sutendi Resmi Jabat Kapolda Sulawesi Tengah

Aktivis Parimo, Taslim, menilai pergantian pucuk pimpinan di Polda Sulteng menjadi momentum penting untuk memperbaiki citra penegakan hukum di daerah itu. Ia menilai, selama ini penanganan kasus PETI di Parimo tidak berjalan optimal meski sepenuhnya telah diserahkan kepada pihak kepolisian setempat.

“Kami berharap Kapolda baru bisa memberikan perhatian serius. Selama ini, pengharapan agar hukum ditegakkan secara adil di tingkat Polres tidak berjalan baik,” ujar Taslim dalam rilis resminya, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, hingga saat pergantian Kapolda dilakukan, aktivitas PETI di sejumlah wilayah Parimo tetap berlangsung. Hal ini menunjukkan lemahnya penegakan hukum di lapangan, bahkan muncul dugaan adanya praktik tebang pilih dalam penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal di Desa Karya Mandiri.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Pimpin Satgas PKH Tinjau Penertiban Tambang Ilegal di Morowali

Taslim mencontohkan, pada 10 September 2025, dalam operasi penertiban di lokasi PETI Karya Mandiri, dari 10 unit alat berat yang beroperasi, hanya 1 unit yang berhasil disita. Sementara pada penertiban kedua pada 25 September 2025, dari 11 alat berat di lokasi, hanya 6 unit yang diamankan, dan mirisnya, dari jumlah tersebut, diduga hanya 1 unit yang benar-benar disita.

“Fakta ini menunjukkan lemahnya komitmen penegakan hukum di lapangan. Kami menduga ada ketidakmampuan, bahkan potensi pembiaran oleh pihak penegak hukum,” tegas Taslim.

Ia menambahkan, temuan tersebut seharusnya menjadi perhatian serius bagi Kapolda Sulteng yang baru, untuk segera memanggil Kapolres Parimo guna meminta klarifikasi dan evaluasi menyeluruh atas dugaan kelalaian serta ketidaktegasan dalam menindak aktivitas PETI.

Taslim berharap, Kapolda baru dapat menunjukkan komitmen nyata dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, khususnya terhadap pelanggaran aktivitas PETI di Parimo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *